
| Selasa, 16 September 2003 | Berita Utama |
Diya Mila Fitriyana
Suntuk di Dunia AnakPENDIDIKAN adalah sesuatu yang mahal, apalagi di Indonesia. melakukan usaha di bidang pendidikan, bisalah dibilang sesuatu yang "nekat", apalagi untuk kalangan pribadi. Salah satu orang yang nekat itu adalah Diya Mila Fitriyana, kelahiran Jepara, 6 Agustus 27 tahun yang lalu. Ia membuka lembaga pendidikan seperti di kota kecil, seperti Jepara, banyak masyarakatnya yang masih berpendidikan rendah. Sehingga pengetahuan mereka tentang pentingnya pendidikan masih kurang. Dari dasar itulah, Diya, justru "nekat" mendirikan play group, yang bisa disebut pertama kalinya ada di Jepara. Tak main-main, play group - nya yang bernama"Smart Kids" langsung memakai standar internasional. "Ya, saya memang ingin menaikkan citra pendidikan di Jepara. Selama ini orang selalu kebingungan jika ingin mencari sekolah yang berfasilitas untuk anaknya. Maka dengan berbagai pertimbangan, saya lalu mendirikan play group ini," kata istri Mariyanto ini. Pertamakali berdiri, Juli 2001 Smart Kids mengontrak sebuah rumah yang direhab sedemikian rupa untuk difungsikan sebagai tempat sekolah anak anak usia 2 sampai 4 tahun. Lalu dengan bergulirnya waktu, dengan segala perjuangan, akhirnya Fitri mampu membangun gedung sendiri sebagai tempat belajar- mengajar. Kini bangunan barunya yang bertempat di Jalan Sentana No 6 Senenan Jepara itu setiap hari tak pernah berhenti dari segala aktivitas pendidikan. Sejak pagi sampai sore gedung itu selalu penuh dengan anak-anak. Apalagi sejak setahun lalu Fitri juga membuka lembaga pendidikan komputer untuk anak-anak, Futurekids, yang merupakan cabang dari Futurekids Jakarta. Semua ia kerjakan dengan sungguh-sungguh, walaupun ia sadar betul bahwa yang dia lakukan bisa dibilang non-profit. "Kalau boleh bilang, ini memang bukan usaha bisnis, tapi sekadar proyek idealis. Saya suka dunia anak, apalagi saya punya dua balita. Saya ingin memberi yang terbaik buat para anak, sebatas yang saya bisa," katanya merendah. Ya, agaknya ibu dari Avero Bramesta Mariyanto (3,5 th), dan Revanda Shafa Zahradiaz (7 bulan) ini memang sibuk dengan dunia anak. Bahkan pengagum tokoh anak, Kak Seto Mulyadi ini masih mempunyai obsesi untuk membuat sebuah wadah kegiatan untuk anak-anak, dimana dalam wadah tersebut segala bakat anak dapat tertampung. Segala kiprahnya itu juga bertujuan untuk merekrut tenaga kerja dari kaumnya sendiri, yaitu wanita. Sebab selama ini kaum wanita di Jepara memang kebanyakan menjadi buruh mebel. "Karena memang tak ada lowongan pekerjaan yang lain, karena itulah saya berusaha merekrut tenaga kerja wanita sebanyak mungkin, agar pikiran mereka bisa berkembang ke arah yang lebih maju," tandas Fitri. Pegawai Fitri memang sebagian besar adalah kaum wanita. Dari kepala sekolah, staf pengajar, humas, ahli psikologi, sampai bagian tata usaha. "Ya, mungkin hanya ini yang bisa saya berikan buat kaum saya," katanya berbinar. (pipiek-18) |