
| Selasa, 16 September 2003 | Berita Utama |
Perusahaan Antre Sertifikat HalalSEMARANG-Masyarakat boleh sedikit lega, sebab setidak-tidaknya di Jateng telah berdiri sebuah lembaga yang bertanggung jawab terhadap halal atau tidak sebuah produk. Kepala Dinas Kesehatan dr Khrisnajaya mewakili Gubernur Jateng H Mardiyanto kemarin secara resmi mengukuhkan berdirinya Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LP POM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng. Pengukuhan itu berlangsung di Balai Diklat Pemprov Jalan Setiabudi Srondol Semarang. Para pengurus LP POM terdiri atas Direktur Dr HM Muchoyyar HS MA. Wakil Direktur Dr Taufiq R Nasikun MKes. Sekretaris Dr H Ahmad Hakim MA, dan Bendahara Drs H Hasyim Sarbani MM. Petugas auditor terdiri atas Prof Dr dr Hj Fatimah Moeis MSc, Dr dr Hertanto, Prof Dr H Ahmad Rofiq MA, Drs H Rozihan SH MH, Drs H Izzuddin M.Ag, Rita Dwi Rasnani S.Tp, Riyanto Wibowo S.Si Apt, Yuliasninik S.Si Apt, dan Sri Susilowati S.Si Apt. ''Saat ini sudah banyak perusahaan antre di MUI Jateng untuk segera mendapatkan sertifikat halal. Tetapi harap diketahui, mekanisme atau prosedur untuk mendapat stempel halal itu tidak gampang begitu saja. Kami punya tim yang akan terjun ke lapangan melakukan penelitian,'' tutur Muchoyyar. Setelah diteliti dari berbagai aspek, LP POM tidak memutuskan sendiri, tetapi hasilnya diserahkan kepada Komisi Fatwa MUI. ''Komisi Fatwa-lah yang akan memutuskan sebuah produk dinyatakan halal atau haram. Kami ini hanya bagian perangkat kecil saja,'' katanya. Makanan Halal Gubernur Jateng H Mardiyanto dalam sambutan dibacakan dr Khrisnajaya menyatakan bersyukur, karena MUI telah berhasil membentuk LP POM. Ini merupakan langkah konkret memenuhi aspirasi masyarakat, khususnya dalam hal kehalalan suatu produk obat-obatan dan makanan. ''Terbentuknya lembaga ini sangat diharapkan dapat memberikan keamanan dan ketenangan masyarakat, khususnya umat Islam dalam memanfaatkan produk obat-obatan dan makanan yang dibutuhkan masyarakat. Pada sisi lain dapat menekan seminim mungkin terjadinya pro-kontra antarelemen masyarakat dalam menilai suatu produk yang terkait dengan kehalalan itu,'' katanya. Langkah itu, kata Gubernur, sebagai bukti MUI mempunyai kepedulian tinggi terhadap kehidupan sosial dan spiritual. Dia berpesan, hendaknya LP POM melaksanakan tugas penelitian secara cermat dan semaksimal mungkin, sehingga dapat mengemban amanat masyarakat, khususnya umat Islam. Di tempat yang sama, para pengurus MUI se-Jateng mengikuti pelatihan auditor. Mereka dibimbing oleh Ir Luqman Hakim dari LP POM MUI Pusat. (B13-64t) |