logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 16 September 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Calon Rumah Dinas Lurah ''Disegel''

CANDISARI- Merasa tidak terima dengan sikap Lurah Wonotingal Singgih Hadi Sumarto yang diduga sengaja mendatangkan petugas Satpol PP untuk membongkar bangunan PKL, sekitar 50 orang yang mengaku warga dan pedagang kaki lima (PKL) di Jl Kagok, Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari, menggelar aksi demo di ujung Jl Kagok, Senin (15/9).

Aksi itu dimaksudkan untuk mengadang kedatangan petugas penertiban PKL yang terdiri dari unsur satpol PP Kota Semarang. Mereka menduga, petugas satpol PP itu sengaja didatangkan oleh Lurah Singgih Hadi Sumarto.

Aksi demo tidak hanya berhenti pada pengadangan saja, namun mereka juga menyegel calon rumah dinas lurah yang berdiri di atas tanah di Jl Kagok No 46, RT 5 RW 6. Alat yang mereka gunakan untuk menyegel rumah itu adalah tali rafia. Tali itu mereka ikatkan di kayu dan pohon dengan cara melintang di depan rumah yang baru setengah jadi itu.

Selain itu, mereka menorehkan berbagai tulisan bernada protes. Di antara tulisan itu ada yang bernada menghujat, seperti ''Haram Hukumnya Tanah Rakyat dirampok'', Lurah Goblok'', ''Warga Kagok Menolak Lurah Bertempat di Sini'', dan '' Lurah Merampok Hak Warga.''

Setelah itu, warga berkumpul di ujung Jl Kagok, hingga pukul 13.00 mereka masih berkumpul di tempat itu. Mereka berniat mengadang kedatangan petugas Satpol PP yang recananya datang hari itu.

Menurut pendamping warga, Hadiyono yang mengaku dari aktivis BKBH Fakultas Hukum Unika Soegiyapranata, aksi itu merupakan bentuk tuntutan warga terhadap konsistensi kesepakatan dalam musyawarah antara PKL, warga, lurah dan camat pada Mei lalu. Pejabat setempat telah melanggar kesepakatan yang ada meski masih bersifat lisan.

''Dalam musyawarah Mei itu, baik lurah maupun camat tidak keberatan bila di tepi Jalan Kagok digunakan untuk PKL. Saat itu, warga dan PKL diminta mengajukan proposal kepada Wali Kota dan DPRD untuk penataan PKL. Namun, hingga saat ini, belum ada jawaban,'' katanya.

Tetapi, kata dia, tiba-tiba Sabtu (11/9), petugas satpol PP datang akan membongkarnya. Akibatnya, para PKL marah dan mengusir petugas Satpol PP dari lokasi.(G5,G6,G7-73)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA