
| Selasa, 16 September 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Warga Jangli Minta Jalan Tembus
TEMBALANG - Warga Kelurahan Jangli Kecamatan Tembalang, meminta Pemkot membuat jalan tembus sepanjang 1,5 km ke Kelurahan Tembalang. Selama ini warga Jangli jika ke Tembalang harus memutar melalui Kecamatan Candisari dan Kecamatan Banyumanik. Lurah Jangli Drs Widayanta mengatakan hal itu Senin (15/9), saat mengikuti jalan sehat Wali Kota di Kecamatan Tembalang. Usulan tersebut pernah disampaikan kepada Wali Kota Juli lalu, namun belum terealisasi. Dia mengatakan, di wilayah Jangli terdapat 1.167 KK dan jumlah warga 5.143 orang. Pada saat mereka ke Tembalang, misalnya mengurus KTP, warga harus memutar melalui Kecamatan Candisari, Gombel, dan Ngesrep. Apabila tidak memiliki sepeda motor, dari Jangli harus naik ojek ke pertigaan Jl Kesatrian-Jl Teuku Umar. Dari tempat itu mereka naik angkutan ke Tembalang. ''Hanya untuk ongkos transportasi, mereka harus keluar uang Rp 10.000,'' kata dia. Kondisi semacam itulah yang membuat warga meminta Pemkot membangun jalan tembus dari Perumahan Bukit Diponegoro ke Jangli, termasuk dua buah jembatan yang melintasi Kali Kedungadem. Nantinya jalan itu bisa tembus di samping kantor Kelurahan Jangli. Kali Kedungadem yang hulunya berada di Bukitsari, menurut dia, kedalamannya sekitar 60 meter. Pada saat kemarau, sungai itu kering. Namun saat hujan deras, ketinggian air bisa mencapai 6 meter. Berdasarkan pengamatan, jalan tembus antara dua kelurahan itu sebenarnya sudah ada. Dari kampus Undip melalui perumahan Bukit Diponegoro. Dari perumahan itu terdapat jalan yang telah diperkeras dengan batu selebar lebih kurang 4 meter ke arah barat laut. Jalan itu memutar melalui kompleks perumahan tentara. Sebelum sampai ke tempat itu harus melalui sebuah jembatan kecil yang sudah rusak. Pada musim hujan jalan becek dan sulit untuk dilalui. Jalan itu juga tidak dilengkapi lampu penerangan, sehingga pada malam hari gelap gulita. Lebih lanjut Widayanta mengatakan, jika jalan tembus beserta jembatan dibangun, waktu perjalanan dari Jangli ke Tembalang bisa dipersingkat. Jika memutar, diperkirakan membutuhkan waktu 30 menit. Sedangkan melalui jalan tembus hanya sekitar 15 menit. Labil Namun demikian, dia memperkirakan pembangunan jalan dan jembatan itu tidak mudah. Hal itu terkait struktur tanah di lokasi itu yang labil. Pada beberapa lokasi, tanahnya retak-retak. Selain itu ada pohon-pohon yang miring dan melengkung ke atas. Wali Kota H Sukawi Sutarip mengatakan, Pemkot memperhatikan usulan dari warga. Dia berharap jalan itu bisa dibangun, setidaknya bisa dilalui mobil. Namun untuk merealisasikan, perlu ada perhitungan cermat. Apalagi pada beberapa tempat terlihat adanya tanah labil. ''Kemungkinan permintaan itu bisa direalisasi tahun 2005,'' kata dia. (G6-45) |