
| Selasa, 16 September 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Tim Bank Dunia Tinjau PPKDEMAK- Dua hari berturut-turut, Tim Bank Dunia dari Filipina meninjau hasil pembangunan program pengembangan kecamatan (PPK) yang didanainya di 10 desa pada dua kecamatan Demak, yaitu Demak Kota dan Karanganyar. Ke-10 desa (Kecamatan Demak Kota) itu, antara lain Kadilangu, Betokan, Tempuran, Bango, dan Mangunjiwan. Sementara itu desa-desa di Karanganyar meliputi Karanganyar, Undaan Lor, Undaan Kidul, Tuang, dan Cangkring B. Kunjungan Tim Bank Dunia itu pada dasarnya ingin mengetahui sejauh mana pelaksanaan program pengembangan kecamatan (PPK) tahan pertama di Kabupaten Demak, khususnya di dua kecamatan itu. Hasil kunjungan tersebut nantinya akan didiskusikan bersama dengan Regional Managemen Unit (RMU) di Semarang. Sebelum itu, Tim Bank Dunia disertai National Management Consultant (NMC) diterima oleh Kepala Bappeda Drs H Haryanto MM dan Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Drs Purwito MM serta Tim Koordinator PPK Demak. Ikut pula Ir Iksan selaku Konsultan Managemen Teknik PPK Demak, Ir Iqbal Tuwasilo sebagai Konsultan Manajemen Pemberdayaan Demak. Pada pertemuan itu, mereka membahas soal sosialisasi PPK di Kota Wali, tanya jawab, dan rencana kunjungan ke lapangan. Terutama untuk melihat pembangunan fisik dan kegiatan ekonomi baik di Kecamatan Demak Kota maupun Karangayar. Ada pula pembahasan soal kendala yang terjadi seolah-lah masyarakat dengan adanya dana bergulir PPK ini dianggap sebagai dana hibah. Sementara itu, hingga saat ini persentase tunggakan PPK dari 10% kini menjadi 6% (Rp 106.607.000 lebih). Adapun dana yang kembali 94%. Pada Rabu (9/11), Tim itu mengunjungi Kelurahan Kadilangu sebagai sentra penjual cendera mata dan kerajinan. Kemudian di Cabean terdapat konveksi pakaian dalam, di Bango ada kerajinan kemasan plastik dan undangan. Kemudian di Desa Betokan melihat bangunan jembatan yang didanai Bank Dunia Rp 92.169.000, serta pembangunan jalan di Desa Tempuran. Kunjungan tamu itu merupakan bagian dari studi banding ke empat provinsi di Indonesia. Kegiatan itu berlangsung pada 9-11 September. Di Provinsi Banten, mereka mengunjungi Kabupaten Pandeglang. Di Jabar mengunjungi Kabupaten Cianjur dan Majalengka. Kemudian di Jateng ke Kabupaten Demak, yaitu Kecamatan Demak Kota dan Karanganyar, serta Jatim di Kabupaten Malang. Di Demak, Tim Bank Dunia dari Filipina itu terdiri atas Mateo Montana, Guillerma Flores, Ernie Diaz, Cecile Vales, dan Joe Grageda. Mereka didampingi perwakilan Bank Dunia di Jakarta, Enurlaela Hasanah dan Tim Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Pusat Grace Palayukan dan Ari E Siregar. Kemudian, Sekretaris PPK PMD Amelia Permasan. Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Karanganyar, Demak. Di kecamatan itu, mereka mengunjungi pasar dan pedagang Pasar Karanganyar. Di Undaan Lor, mereka mengunjungi kerajinan ukiran kayu dan kelompok peternak puyuh. Kemudian di Desa Tuang ke lokasi perajin ukir dan peternak bebek, dan di Undaan Kidul rombongan melihat ukir-ukiran dan pembuatan talang air. Dan, selanjutnya di Desa Cangkring B. (F2-84j) |