
| Selasa, 16 September 2003 | Semarang & Sekitarnya |
ADB Batal Kucurkan Pinjaman
GROBOGAN - Jalan Purwodadi-Semarang yang ditunggu-tunggu perbaikannya oleh masyarakat Grobogan dan sekitarnya besar kemungkinan batal dimuluskan pada TA 2003. Sebab Asian Development Bank (ADB) selaku pihak penyandang dana menyatakan belum siap meluncurkan pinjaman untuk perbaikan jalan itu pada tahun ini. ''Kami sudah minta keterangan ke Biro Pembangunan Pemprov Jateng dan Dinas PU Bina Marga. Ternyata pinjaman untuk perbaikan jalan itu pada tahun 2003, batal'' kata sekretaris LSM Hizib Grobogan Hendro Santoso SH kemarin. Ia mengatakan hal itu setelah mencari informasi mengenai jadi tidaknya jalan tersebut diperbaiki dengan anggaran bantuan ADB 2003 ke Pemprov Jateng. Jawaban itu sempat mengagetkan. Karena sebelumnya pihak terkait di Pemprov Jateng menyatakan akan memperbaiki jalan tersebut secara tuntas pada tahun 2003. Gubernur H Mardiyanto pun pernah mengatakan jalan tersebut akan diperbaiki pada tahun anggaran itu. Bahkan ketika meninjau bencana alam di Grobogan 2002 lalu, Gubernur menyatakan, bahwa jalan Purwodadi-Semarang akan diperbaiki tahun 2003. Maka warga Grobogan dan sekitarnya diminta bersabar. Karena uang untuk itu didapatkan dari bantuan luar negeri. Mengingat anggaran dari APBN dan APBD I terbatas. Untuk mempercepat cairnya dana pinjaman itu, Pemprov Jateng diminta menyediakan anggaran pendampingan 20 % dari total pinjaman. Anggaran tersebut sudah disetujui DPRD, bahkan kini telah tersedia di kas Pemprov. Namun entah karepa apa giliran ADB yang tidak segera mencairkan dananya. Malahan dikabarkan bantuan ditunda hingga 2004. Dikatakan, jalan Purwodadi-Semarang memang rusak cukup parah dibanding Purwodadi-Solo, Purwodadi-Kudus dan Purwodadi-Blora. Tahun 2002 lalu keempat ruas jalan di jurusan itu dalam keadaan rusak parah. Termasuk jalan Kuwu-Sragen. Namun setelah didesak dari berbagai elemen masyarakat, termasuk DPRD dan LSM, akhirnya jalan Purwodadi-Blora, Purwodadi-Solo dan Purwodadi-Kudus diperbaiki mendekati normal. Bahkan tahun anggaran 2003 jalan di tiga jurusan itu disempurnakan lagi dengan APBD murni dan anggaran biaya tambahan (ABT). Sehingga tampak semakin bagus. Namun jalan Purwodadi-Semarang hanya diplot melalui anggaran transisi Rp 3 miliar, yaitu Rp 2 miliar untuk Purwodadi-Godong dan Rp 1 miliar Godong-Semarang. Jalan itu sengaja diplot kecil karena tahun 2003 direncanakan diperbaiki dari pinjaman ADB Rp 72 miliar. Ternyata pinjaman ADB tidak turun pada tahun anggaran itu. Sehingga jalan Purwodadi-Semarang tidak tertangani lagi. ''Memang ada ABT untuk tambal sulam, tetapi berapa dananya Biro Pembangunan Pemprov Jateng tidak menjelaskan,'' ujarnya. Ditambahkan, tahun 2001 jalan itu direncanakan diperbaiki melalui pinjaman ADB. Namun karena alasan teknis, gagal dilaksanakan dan kemudian direncanakan tahun 2002. Tetapi karena waktu pengerjaannya dinilai tidak memungkinkan, maka diundur lagi dan kemudian direncanakan diperbaiki 2003. Ternyata pada tahun anggaran itu juga batal lagi. Kepala Dinas PU Bina Marga Jateng Ir Danang Atmodjo melalui BIKK Pemprov Jateng Drs H Anwar Cholil membenarkan hal itu. Dikatakan, memang jalan Purwodadi-Semarang akan diperbaiki tahun 2004. Sebab ADB hanya sanggup pada tahun itu. Itu pun anggarannya tidak mencapai Rp 72 miliar, tetapi hanya Rp 42 miliar. (A23-84) |