logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 16 September 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Pemkab Diminta Beli Tembakau Petani

KENDAL-Anjloknya harga tembakau sampai ke titik terendah menjadi antara Rp 5.000 dan Rp 6.000 di tingkat petani membuat prihatin wakil rakyat di DPRD. Anggota Komisi B Drs H Rachmad Da'wah pun meminta Pemerintah Kabupaten mengalokasikan dana khusus untuk membeli tembakau rakyat pada tahun-tahun mendatang.

Usul itu berdasar pemikiran menjauhkan petani dari jangkauan tangan tengkulak. Sebab, ketika berkunjung ke pabrik-pabrik rokok beberapa waktu lalu, dia mendapati kenyataan bahwa harga jatuh lebih karena permainan tengkulak.

''Manakala pabrik memasang plafon harga antara Rp 20.000 dan Rp 21.000/kg, harga di pasaran cuma Rp 15.000/kg di tangan petani,'' kata anggota dari FBB itu.

Bersama Komisi B dia beberapa waktu lalu ke pabrik rokok PT Bentoel di Malang, Gudang Garam Kediri, Jarum Kudus, dan HM Sampoerna. Beberapa pemuka petani ikut serta.

Mashuri, petani tembakau di Desa Botomulyo, Cepiring, menuturkan sekarang panen tembakau memasuki periode akhir atau petikan terakhir. Petani memetik daun dari bawah ke atas sampai puncak.

Harga kini anjlok menjadi antara Rp 6.000 dan Rp 8.000/kg. ''Namun di tingkat petani cuma antara Rp 5.000 dan Rp 6.000/kg,'' kata dia.

Seperti biasa harga anjlok setelah pabrik menutup keran pembelian. Banyak pabrik tahun ini mengurangi pembelian secara signifikan. Bahkan HM Sampoerna belum atau mungkin tak membeli.

Untuk menghindari permainan tengkulak, kata Rachmad, sebaiknya pemerirntah membeli tembakau petani. Pemerintah kemudian menjual tembakau itu ke pabrik dengan perjanjian.

''Pemerintah bisa saja mengalokasikan sekian miliar dana APBD untuk keperluan itu. Daripada ratusan miliar untuk membangun kantor yang tidak dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat,'' katanya.

Kini banyak tembakau petani belum terbeli. Itu membuat harga makin terpuruk, karena pemilik barang berani menjual secara bantingan. Padahal, jauh sebelum masa tanam pabrik sudah memberi tahu akan mengurangi pembelian tahun ini. (C23-84g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA