
| Selasa, 16 September 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Pemagaran Simpanglima Harus BermanfaatBALAI KOTA- Pemagaran Lapangan Pancasila Simpanglima harus dipikirkan secara matang, terutama manfaatnya. Jika pemagaran itu nantinya tidak membuat dampak baik yang signifikan, hal itu tidak perlu dilakukan. Melihat sejumlah hal yang berkembang, anggota Komisi D DPRD Kota H Achmad Yusuf Sujiyanto SAg meminta agar nilai kemanfaatan dan fungsi pemagaran lapangan Simpanglima dikaji secara mendalam. ''Kalau setelah dipagari tidak ada manfaatnya, buat apa?'' kata dia, Senin (15/9). Dia tidak ingin pemagaran itu hanya menghamburkan uang rakyat. Apalagi sebagai ruang publik, Simpanglima harus tetap bisa diakses oleh masyarakat umum secara mudah dan jangan sampai ada kesan membatasi. Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Kota H Idris Imron menilai, pemagaran itu bisa saja dilakukan sepanjang niatnya baik. Jika hanya sebagai aksesoris untuk memperindah lapangan, menurut dia, tidak masalah.
''Misalnya seperti yang ada di Tugu Muda. Pemagaran itu sebagai aksesoris untuk memperindah suatu tempat.'' Dia berpendapat, pemagaran tersebut dikembalikan lagi pada niat awal. Jika niat awal tersebut tidak untuk membatasi publik mengakses ruang terbuka di lapangan Pancasila Simpanglima, tentunya bukan masalah. Terkait soal pemagaran, Wali Kota H Sukawi Sutarip berpendapat, itu baru merupakan wacana yang mengemuka. Wacana itu juga bukan dari Pemerintah Kota, namun pihak lain. ''Dan itu perlu diseminarkan terlebih dulu.'' (G7-45) |