
| Selasa, 16 September 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Kurang, Pendekatan Psikologis di LPNARAPIDANA dimasukkan dalam lembaga pemasyarakatan (LP) diharapkan bisa insaf dan berperilaku lebih baik lagi. Meski demikian, ada beberapa orang yang beranggapan masuk ke lembaga pemasyarakatan itu bukannya menjadi baik namun sebaliknya. ''Ada orang yang mengatakan pada saya, di tahanan itu dirinya menjadi lebih pintar menggunakan psikotropika,'' kata Psikolog asal Undip Hastaning Sakti, kepada Suara Merdeka, Minggu (14/9). Meski demikian, lanjutnya, tidak semua lembaga pemasyarakatan seperti itu. Karena ada juga yang keluar dari tahanan menjadi orang baik, seperti artis Zarima. Ia mengatakan, penanganan narapidana harusnya menggunakan pendekatan psikologis. ''Penelitian yang dilakukan mahasiswa saya, di LP itu pendekatan psikologisnya masih kurang,'' tuturnya. Selain itu, lanjut dia, untuk menyembuhkan orang yang kecanduan narkoba itu dapat dilakukan dengan berbagai hal, seperti pendekatan agama, kasih sayang dan pendekatan psikoterapi kerja. ''Maksudnya, narapidana tersebut diajak berbagi pengalaman dengan masyarakat. Dengan demikian orang tidak akan mengulanginya lagi,'' ujarnya. Dengan cara seperti itu, sang narapidana akan memberikan pengakuan dosanya pada masyarakat. ''Yang jelas untuk menangani wanita itu harus dilihat dari berbagi segi,'' jelasnya. Menyinggung mengapa orang bisa mengonsumsi pil setan tersebut, Hastaning Sakti mengatakan, orang menggunakan narkoba karena beberapa hal, seperti faktor keenakan, faktor lingkungan, dan faktor ekonomi. ''Orang dilarang menggunakan narkoba itu juga bisa menimbulkan keenakan bagi penggunanya.'' (H3-76) |