
| Selasa, 16 September 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Puluhan ''Ninja'' Mengamuk di Mangunharjo
TUGU - Puluhan orang tak dikenal yang mengenakan tutup muka hitam ala ninja mengamuk dan merusak tiga rumah warga Karangrejo, Kelurahan Mangunharjo, Tugu, Sabtu (13/9) sekitar pukul 21.30. Seorang di antara mereka bernama Maksum (25) warga Mangkang Kulon, ditahan aparat Polsek Tugu. Saat menyerang, hanya dia yang tidak memakai cadar, sehingga mudah dikenali para saksi. Polisi masih mencari pelaku lain, terutama yang mendalangi aksi kerusuhan itu. Motif kejadian itu belum dapat dipastikan. Keterangan di lapangan, ada dua versi. Pertama, disebabkan masalah pribadi antara seorang warga Mangkang Kulon dengan seorang warga Mangunharjo, yang kemudian berkembang menjadi perselisihan antarkampung karena kedua orang yang bertikai itu membawa massa pendukung. Versi kedua, dipicu oleh rebutan lahan calon lokasi terminal Mangkang yang akan dibangun tak lama lagi. ''Penyebab yang pasti, masih kami selidiki. Tersangka yang sudah ditahan masih dimintai keterangan untuk memperjelas pemicu kasus itu,'' ungkap Kapolsek AKP Hartono melalui Kanit Reskrim Iptu Irfan Rusyanto. Tiga rumah di Mangunharjo yang dirusak massa yakni milik Nun Achyati (42), Susianto (24), dan Mindrun (50). Beberapa kaca depan dan genteng ketiga rumah itu hancur ditebas parang dan dilempari batu. Merusak Rumah Menurut keterangan, pelaku yang bersenjata parang dan pentungan berjumlah sekitar 30 orang. Saat datang, kepada beberapa warga mereka menanyakan keberadaan Susianto. Bety (24), istri Susianto yang saat itu sedang duduk-duduk bersama sejumlah tetangga di teras rumah Nun Achyati, mengatakan bahwa suaminya sedang pergi. Namun orang-orang bercadar itu tidak percaya. Mereka bermaksud menganiaya Bety yang dianggap berbohong. Wanita itu nyaris terkena bacokan parang, namun berhasil menyelamatkan diri. Lantaran tidak berhasil menemukan Susianto, para pelaku melampiaskan kemarahannya dengan merusak rumah Nun, Susianto, dan Mindrun yang terletak berdempetan. Serangan yang diteriaki sautan teriakan bernada amarah itu menyebabkan suasana kampung Karangrejo mencekam, mirip huru-hara. Puluhan warga yang ketakutan mengunci pintu rumah dan mematikan lampu untuk menghindari amukan gerombolan bercadar. Situasi berangsur mereda setelah kawanan itu pergi. Salah seorang di antara mereka, Maksum, ditangkap polisi dan dibawa ke Mapolsek Tugu untuk dimintai keterangan. Minggu dinihari, puluhan warga Mangunharjo mendatangi Mapolsek Tugu dan meminta polisi bertindak tegas terhadap pelaku perusakan. Mereka baru bersedia pulang setelah polisi berjanji mengusut kasus itu secara tuntas. (G3-45) |