logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 16 September 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Terganggu Bau Busuk Pabrik

  • Warga Campurejo Demo

KENDAL- Terakumulasi rasa jengkel akibat gangguan polusi udara dari PT Rabberindo Pratama (PT RP) di Dukuh Nglorog Desa Campurejo Kecamatan Boja, Kendal sedikitnya 150 warga sekitar lokasi pabrik pengolah karet itu kemarin (15/9) sekitar pukul 09.00 mendatangi Kantor DPRD Kendal.

Massa menumpang tiga buah truk ban dobel dan turun di alun-alun depan Kantor Bupati Kendal. Mereka kemudian berjalan kaki kurang lebih 100 meter menuju ke gedung wakil rakyat seraya berorasi dan menggelar sejumlah poster yang antara lain bertulisan, "Pabrik mboso (karet-Red) merugikan rakyat, bau busuk bikin muntah", "Pak, kasihani kami, rakyat yang tidak tahan bau busuk. Rakyat bisa mati perlahan. Kami minta agar PT RP ditutup."

Beberapa wakil mereka berorasi ketika tiba di halaman Gedung Dewan. "Bau tak sedap dari PT RP sudah amat sangat mengganggu. Saking kuatnya bau tersebut, rasanya seperti 'menghantam' saraf di kepala. Kami mempunyai hak untuk terbebas dari gangguan tersebut," ujar seorang wakil demonstran.

Seperti diberitakan beberapa kali (SM, 12-14/8) warga menilai gangguan polusi udara berupa bau busuk yang ditimbulkan dari pabrik pengolah karet itu, sudah tidak dapat ditoleransi lagi. Selama hampir dua tahun terakhir, warga tersiksa oleh bau busuk yang digambarkan seperti terasi busuk, atau ikan peda. Massa yang terdiri atas warga berbagai usia itu, meminta wakil rakyat bersikap tegas, yaitu menutup PT RP.

"Sejak PT RP berdiri, sungai di belakang lokasi pabrik ikut tercemar limbah karet. Airnya tidak dapat dimanfaatkan lagi. Padahal sungai tersebut dahulu dimanfaatkan oleh warga untuk mandi dan mencuci. Warga meminta PT RP ditutup, " kata orator lain.

Aksi demo yang berjalan cukup tertib itu mendapat pengawalan polisi dan Satpol PP. Selain Kades Campurejo Syakirin dan Ketua LKMD Kuntardi, para pengunjuk rasa juga didukung LSM Opel Desa Campurejo dan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Semarang.

Minta Perlindungan

Empat belas wakil demonstran bersama Kades dan Ketua LKMD diterima Wakil Ketua Dewan H Abdul Wachid Hasjim, dan sejumlah anggota Dewan seperti Ketua Komisi D Subagyo Mujianto, Syukron dan Suryadi (keduanya dari FTNI/Polri). Mereka berdialog di salah satu ruang DPRD.

Dalam dialog ini sempat terjadi miskomunikasi. Pemanggilan pihak PT RP yang dijadwalkan sebelumnya, ternyata tidak terlaksana. Sejumlah wakil warga menilai terjadi kolusi antara Dewan dan pihak perusahaan. "Ini adalah kekecewaan kami yang kedua kalinya. Sebelumnya Dewan berjanji akan memanggil pihak manajemen PT RP, namun hingga kini belum melaksanakan. Kami khawatir terjadi 'sesuatu' antara Dewan dan manajemen PT RP," papar Ketua OPEL Budi Harsono.

Setelah ditelusuri, miskomunikasi terjadi semata-mata karena surat pemberitahuan tentang pemunduran jadwal pemanggilan PT RP belum diterima warga Campurejo dan masih tertahan di Kecamatan Boja.

"Kami minta maaf, mundurnya rencana pemanggilan karena jadwal Dewan pada bulan ini sangat padat, di antaranya membahas perubahan anggaran," kata Wakil Ketua DPRD Wachid Hasjim.

Selain mengemukakan keluhan sehubungan dengan polusi udara dan sungai, para wakil warga juga meminta Dewan menjamin keamanan mereka dari intimidasi yang dilakukan oleh PT RP.

"Setelah protes ke PT RP, beberapa waktu lalu sejumlah warga Campurejo didatangi orang-orang suruhan perusahaan. Mereka melakukan intimidasi," tandasnya. Dewan berjanji memanggil manajemen PT RP pada 24 September. (G15-84k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA