logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 16 September 2003 Ekonomi  
Line

Penerbangan Garuda Semarang-Jakarta Pulih

SEMARANG- Tingkat hunian penumpang dalam setiap penerbangan (load factor) maskapai penerbangan Garuda dari Semarang ke Jakarta saat ini mulai pulih, mencapai 80%.

Sebelumnya, load factor sempat mengalami penurunan menjadi 70% hingga 76% akibat ada kekhawatiran terhadap serangan epidemi gangguan pernafasan akut (SARS) beberapa waktu lalu.

''Sejak tiga bulan terakhir load factor mulai pulih. Bahkan, pada Juli sempat mencapai 90% terkait dengan peak season liburan sekolah,'' ungkap Grace Purukan, General Manager Garuda Indonesia Semarang, kemarin.

Ia mengemukakan hal itu di sela-sela presentasi makanan (meals presentation) menu baru Garuda di Hotel Horison. Dalam acara ini, pihak Garuda menerima masukan dari pelanggan terkait dengan menu makanan di pesawat yang akan berlaku efektif pada 26 Oktober mendatang.

Adapun pergantian menu makanan ini dilakukan setiap enam bulan sekali, terdiri atas enam jenis untuk enam hari secara bergantian. Dalam tampilan baru, terdapat unsur makanan khas Semarang, seperti Lumpia dan Wingko Babat.

Lebih lanjut Grace menambahkan pada peak season (Juli) tersebut Garuda mengangkut hampir 26.000 penumpang dalam satu bulan. Adapun pada masa-masa seperti sekarang, jumlah penumpang rata-rata 18.000 penumpang per bulan. ''Kondisi seperti ini sudah biasa terjadi. Namun kami memperkirakan ke depan jumlah penumpang dari Semarang akan terus meningkat seiring perkembangan ekonomi wilayah ini.''

Pebisnis

Grace menuturkan, sebagian besar penumpang Garuda yang memiliki jadwal penerbangan tujuh kali setiap hari ini adalah dari kalangan pebisnis. Rencananya, pada Oktober mendatang maskapai penerbangan itu akan menambah lagi satu jadwal penerbangan Semarang-Jakarta.

Diakuinya, saat ini tarif Semarang-Jakarta lebih mahal dibanding degan Surabaya-Jakarta. Namun, itu tidak menyurutkan pasar, terutama dari kalangan pebisnis Semarang. ''Mereka (penumpang-red) memilih karena pertimbangan jadwal penerbangan dan ketepatan waktu. Sejauh ini kita bisa mempertahankan 100% on time.''

Tentang kegiatan presentasi menu baru, Grace menyatakan, hal itu terkait dengan komitmen layanan Garuda kepada konsumen. ''Kami menerima masukan yang akan dibuat acuan untuk menu-menu mendatang,'' jelasnya.

Ia mengakui, penumpang Semarang tidak terlalu mempedulikan soal menu, lantaran waktu penerbangannya cukup singkat, yakni 45 menit. Meski demikian, pihaknya tetap mempertimbangkan hal tersebut sebagai bagian dari pelayanan.

Terkait dengan layanan, lanjut Grace, pihaknya juga telah meluncurkan program layanan check-in melalui telepon pada hari keberangkatan. ''Dengan layanan ini penumpang bisa mendapatkan alokasi tempat duduk sebelum tiba di bandara Ahmad Yani melalui telepon,'' kata dia. (G2-82i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA