logo SUARA MERDEKA
Line
 Berita Utama Minggu, 14 September 2003  
Line

Berburu Mobil Remote Control Jumbo

MOBIL REMOTE: Mobil ber-remote control kini gampang diperoleh di sudut-sudut Kota Semarang. Mobil-mobilan itu terdiri atas berbagai jenis dan bisa dirakit. Mulai dari Formula 1, sedan, hingga off-road. (72c)

ADU kencang mobil-mobilan yang dikendalikan lewat frekuensi tengah digandrungi berbagai kalangan. Tak hanya anak-anak, orang dewasa pun gemar memacu mobil-mobilan itu di jalan beraspal.

Ada berbagai frekuensi dari arena balapan mobil ber-remote control itu. Seperti frekuensi 27, 29, 33, 35, 40, 45, 49, atau 50. Salah satu tujuannya supaya ''pengemudi'' tidak bertabrakan frekuensi dengan ''pengemudi'' lain.

Jika frekeunsi tak diatur, adu balap mobil-mobilan malah berakhir dengan tabrakan. Sebab, ''pengemudi'' akan bertumbukan dengan ''pengemudi'' lain ketika mengendalikan mobil-mobilan.

Dalam sistem itu, sinyal frekuensi itu tidak terus-menerus dipancarkan tapi hanya dibangkitkan saat pengontrol mengirimkan perintah kanan dan kiri atau maju dan mundur.

''Itu pun hanya merupakan frekuensi yang terputus-putus, sehingga merupakan pengiriman pulsa-pulsa frekuensi gelombang radio,'' ujar Dhanan (35), penggemar mobil ber-remote control yang memiliki koleksi lebih dari selusin unit.

Perburuan mobil-mobilan itu kini merebak di Semarang dan tampak di mal-mal, Jalan Pahlawan, atau ruko-ruko khusus yang menyediakan mobil-mobilan lengkap dengan aksesori. Di Exotic Hobbies di kawasan Ruko Jurnatan, misalnya, pengunjung ruko mobil-mobilan itu umumnya orang dewasa. Ruko tersebut setiap hari bisa melempar 8-9 unit mobil-mobilan. Seorang pembeli baru saja memborong selusin mobil.

Ada pula yang memajang dagangannya di Plasa Simpanglima lantai I dan Java Supermal. Penggemar mobil-mobilan itu tinggal memilih. Ada jenis mobil balap Formula 1, jeep, off-road, atau sedan yang semuanya berukuran jumbo.

Itu artinya, tidak seperti mobil-mobilan yang mudah dimainkan di dalam rumah. Namun ukurannya lebih besar, sehingga lebih leluasa jika dimainkan di luar ruangan.

Bodi mobil-mobilan paling tidak ada dua jenis, yaitu soft body dan hard body. Aneka stiker mulai dari merek oli, onderdil mobil, rokok, dan sponsor-sponsor lain.

''Penempelan stiker itu untuk menambah penampilan mobil biar ciamik,'' katanya.

Tanpa Helm

Maka, adu kencang mobil tidak melulu identik dengan busana khusus balap lengkap dengan helmnya. ''Pengemudi'' mobil yang ini bisa mengenakan pakaian apa saja. Menjadi lucu kalau pakai helm. Dia pun tak perlu memegang erat kemudi sambil mengatur injakan pedal gas, rem, dan kopling.

Sebab, dia bisa mengarahkan sebuah remote control ke mobil mini di jalan. Dengar saja suaranya yang menderu-deru di jalanan beraspal. Brem... brem.... melajulah kencang dan sang ''pengemudi'' riang bukan kepalang.

Apa yang membuat mereka tertarik menjadi ''pengemudi''? ''Ini butuh ketangkasan. Misalnya, bagaimana kita bisa mengendalikannya sehingga laju mobil bisa terarah. Kalau asal mengemudi, mobil bisa meluncur tak terkendali,'' ungkap Dhanan yang mengaku telah mengikuti berbagai lomba mobil-mobilan ber-remote control itu.

Ketertarikan lain, mobil-mobilan bisa diutak-atik sesuai dengan keinginan. Bisa disetel kecepatannya, keseimbangan bodi, kemudi, dan dipermak sehingga persis mobil balap sungguhan. Pendek kata, ''Mobil-mobilan ini bisa di-tune up. Di situlah asyiknya,'' tuturnya.

Selain itu, ada jenis mobil yang memiliki fasilitas servo. Jenis servo itu lebih gampang mengendalikan mobil.

''Setir bisa diatur sedikit demi sedikit. Kalau di tikungan yang tajam bisa disesuaikan secara pelan-pelan. Demikian pula gas pacunya, sehingga mobil tidak mengalami tarikan spontan,'' tutur Sumitro Adidarma, pemilik Exotic Hobbies.

Tentu saja, pemilik harus merogoh saku lebih dalam untuk memermak mobil. Mobil-mobilan standar harganya bervariasi mulai dari Rp 90.000 hingga jutaan rupiah.

Mobil itu bertenaga baterai re-charge dan aki kering disertai rangkaiannya. Ketika tenaga mulai melempen, baterai bisa diisi kembali. Tenaganya 9,6 Volt.

Kendaraan ber-remote control tersebut adapula yang menggunakan bahan bakar sejenis nitromethanol. Harga bahan bakar cair itu sekitar Rp 100.000/liter. Perusahaan mainan itu tampaknya menyediakannya untuk kalangan berkantong tebal.

Harga mobil itu setara dengan sepeda motor keluaran baru, mencapai Rp 15 juta/unit. Selain berbentuk mobil, ada pula yang berdesain pesawat, atau heli yang bisa terbang sampai ketinggian belasan meter. Mobil mainan berbahan bakar itu juga memiliki stelan kemudi dan tingkat kecepatan.

Seperti halnya mobil sungguhan, mobil-mobilan itu bergigi persneling 1, 2, 3, 4, dan 5 ditambah atret. Aha, menyaksikan aksi balapan mobil-mobilan itu juga bisa degdegan. Lihat saja di halaman parkir Stadion Jatidiri Semarang setiap sore, terutama setiap Sabtu. Aksi menggairahkan sekaligus mendebarkan itu dapat disaksikan secara gratis. (Agus Toto W-72c)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA