logo SUARA MERDEKA
Line
 Berita Utama Minggu, 14 September 2003  
Line

Topan Terpa Korsel, 100 Tewas

  • 82 Buah Kapal Karam
TERGULING: Sebuah kapal feri besar terguling ke kanan di dermaga pelabuhan Pusan, Korsel bagian selatan, setelah diterjang topan Maemi, Jumat malam lalu. Untung tidak ada penumpang atau awak yang tewas. (30)

SEOUL - Maemi, suatu topan yang sangat kuat, menghantam bagian selatan Korsel, mulai Jumat malam hingga Sabtu pagi kemarin. Beberapa laporan menyebutkan jumlah korban tewas lebih dari 100 orang.

Namun, korban tewas yang sudah pasti dapat dihitung adalah 48. Sekitar 25.000 orang mengungsi, kata pihak berwenang Korsel, kemarin. Sedikitnya 25 orang masih dinyatakan hilang, dan korban tewas diperkirakan akan terus bertambah.

''Kami masih menerima laporan kerusakan, dan memperkirakan lebih banyak lagi korban jiwa,'' kata seorang pejabat di Markas Penanggulangan Bencana Nasional kepada Reuters.

Maemi yang bertiup dengan kecepatan 216 kilometer per jam (tercepat dalam sejarah topan di Korsel), menyapu bersih bagian timur dan selatan Semenanjung Korea, Jumat malam. Topan tersebut menimbulkan kerusakan dahsyat pada harta benda warga dan sarana masyarakat, sebelum bertiup kembali ke laut, Sabtu kemarin.

''Topan ini sungguh mengerikan, Sungguh tidak bisa dipercaya,'' kata Park Young-chun, seorang petani di wilayah Kyoungsan, Korsel selatan, kepada televisi YTN.

''Seluruh kebun anggur saya rusak. Bagaimana saya bisa menyekolahkan anak-anak? Tak ada lagi yang tersisa,'' katanya, sambil menangis.

Ciptakan Banjir

Televisi YTN melaporkan, korban tewas mencapai 103. Menurut YTN, para pekerja kemanusiaan berusaha menolong 10 orang yang terjebak di lantai dasar sebuah pusat perbelanjaan yang runtuh di kota Masan, Korsel bagian selatan. Badai itu mengakibatkan banyak mobil derek terguling di jalan, kapal-kapal terlepas dari tambatan sehingga saling bertabrakan. Sedikitnya 82 kapal berbagai ukuran, tenggelam.

Pihak-pihak berwenang mengeluarkan peringatan tentang bahaya banjir di kota-kota di sepanjang Sungai Nakdong, yang mengalir melalui bagian tengah dan selatan negara itu.

Pasalnya, pintu-pintu pengendali banjir di bendungan-bendungan terpaksa dibuka, setelah daerah tersebut diguyur hujan dengan curah sampai 453 mm. Sekitar 25.000 orang telah diungsikan dari rumah-rumah mereka.

''Air membanjiri rumah saya dalam waktu satu menit. Saya tidak dapat menyelamatkan apa pun kecuali diri saya,'' kata Choi Joong-kwon, warga kota Taegu, kepada YTN.

Di Provinsi Chungchong tengah, tanah longsor menyebabkan kereta Saemaeul Express Korsel tergelincir. Dalam kecelakaan kereta itu, 28 orang terluka kata televisi setempat.

1,4 Juta Rumah Gelap

Topan tersebut memaksa para petugas PLN menghentikan operasional empat pembangkit listrik, sehingga memutus aliran listrik bagi 1,4 juta rumah. Padahal, negara itu sedang memperingati perayaan Chusok yang berlangsung tiga hari.

''Kerusakan dan kerugian diperkirakan luar biasa besar. Bakal lebih banyak laporan diterima oleh pusat penanggulangan bencana,'' kata seorang pejabat di Kantor Pusat Penanggulangan Bencana Nasional, kepada Reuters.

Perdana Menteri Goh Kun memimpin rapat kabinet darurat, untuk membahas kebijakan penyelamatan, seperti menyatakan zona bencana. Pemerintah berjanji memberikan keringanan pajak bagi individu, perusahaan, dan ladang yang terkena bencana.

Menurut Reuters, daerah yang mengalami kerusakan paling parah adalah Provinsi Kyeongsang Selatan. Sedikitnya 15 orang tewas tenggelam dan jalan-jalan rusak parah di Provinsi Kyeongsang Selatan.

Hyundai Heavy Industries Co, perusahaan Korsel yang merupakan salah satu produsen kapal terbesar di dunia, mengatakan topan tersebut merusak dua kapal tanker yang sedang dibuat untuk industri minyak.

Salah satu kapal yang rusak tersebut adalah untuk fasilitas penyimpanan pengeboran minyak lepas pantai berkapasitas 200.000 ton untukk Exxon Mobile Corp.

Sebuah lainnya adalah kapal pengangkut petrokimia berkapasitas 37.000 ton yang sedang diproduksi oleh Hyundai Mipo Dockyard, untuk sebuah perusahaan Jerman.

Topan Maemi kemudian bergerak menuju Laut Jepang, yang kemudian tiupannya melemah, kata departemen meteorologi. Seoul, ibu kota Korsel, yang berada di bagian baratlaut negara itu, tidak terpengaruh oleh topan tersebut.

Korsel sering diserang topan dalam tahun ini. September lalu, topan Rusa menewaskan lebih dari 100 orang.(ben-30)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA