| Bincang Bincang | Minggu, 14 September 2003 |
Hidup Bukan Sebuah Lawakan
MESKI pekerjaan yang tertulis di KTP sebagai pelawak, tetapi Eko Patrio tidak pernah menyikapi hidup sebagai sebuah lawakan. Segala sesuatu dipikirkan secara serius. Dia selalu melakukan setiap pekerjaan dengan serius. Begitu pun ketika memutuskan menikahi Viona Rosalina, gadis jelita yang berprofesi sebagai pemain sinetron. Mereka kini dikaruniai bocah mungil berusia 1 tahun bernama Sawal Andrevi Putra Purnomo. Kedekatan Eko dengan sang buah hati sama dekat dengan sang istri yang selalu mendampingi bila harus bepergian ke luar kota. ''Kemana pun pergi, saya selalu ingin mengajak istri dan anak,'' tutur Eko usai syuting "E...Ko Ngegosip" di studio Trans TV. Lelaki yang selalu berpenampilan rapi ini mengaku hidupnya memang didedikasikan untuk sang anak. ''Aduh..., kalau ditanya apa arti anak, dia itu rezeki dari Tuhan yang dititipkan kepada saya. Saya harus membesarkan dari kecil sampai besar. Apa yang saya dapat sejak remaja sampai sekarang semua buat anak. Anak itu curahan hati, tumpahan hati, tumpahan rezeki,'' tuturnya serius. Meski berprofesi sebagai pelawak dan ingin profesi ini kelak menjadi cita-cita anak-anak, selain dokter, insinyur, atau polisi, tetapi Eko tidak mematok anaknya kelak harus jadi pelawak. ''Saya sih ingin anak saya bisa sekolah yang tinggi. Kalau bisa S1, S2, S3, dan tahu agama. Jadi, segala perbuatannya dilandasi oleh agama dan ilmu yang dimiliki.'' Sore itu dia tampak sedikit lelah. Terlihat dari matanya yang agak kemerahan. Namun, dia masih saja antusias menjawab setiap pertanyaan. ''Setelah dari sini saya mau istirahat dulu di kantor. Baru nanti ke RCTI untuk syuting "Kemilau" yang juga siaran langsung.'' Sebelum syuting dimulai, Eko berpesan kepada office boy untuk menyiapkan teh manis sebelum azan magrib tiba. ''Hari ini saya puasa. Alhamdulillah, saya selalu puasa Senin-Kamis untuk mengungkapkan rasa syukur saya atas apa yang saya dapat selama ini. Saya juga puasa untuk anak saya sebagaimana ibu saya dulu selalu puasa untuk anak-anaknya,'' katanya kemudian. Meski di sela syuting dia selalu bercanda dengan Nova, tetapi Eko segera bergegas ke ruang ganti untuk membatalkan puasa begitu azan magrib berkumandang. Menikmati beberapa potong kue sebelum kemudian kembali ke studio untuk melanjutkan syuting. Manajemen Keluarga Kalau anak adalah tumpahan rezeki, maka istri bagi Eko adalah manajer keluarga. ''Saya termasuk orang yang sangat konsumtif. Saya memang jago ngelobi, jago cari duit, tetapi nggak jago nyimpen duit. Saya sangat konsumtif, apalagi kalau sudah untuk teman-teman atau kebutuhan kantor. Nah, di sinilah fungsi Viona sebagai istri. Yaitu sebagai manajer bagi keluarga,'' ungkapnya. Menurut pendapat Eko, semua orang yang menikah tentu menginginkan keluarganya menjadi keluarga yang sakinah mawahdah wa rahmah. ''Itu juga yang saya inginkan. Karena itu, saya selalu berusaha melakukan hal-hal yang sekiranya bisa menjaga keutuhan keluarga dan menghindari hal-hal yang bisa membuatnya retak,'' tuturnya. Lelaki ini memang tertarik pada Viona yang 9 tahun lebih muda karena kecantikannya. ''Bohong deh kalau ada orang nggak ingin punya istri cantik. Karena ketika kita berkenalan, pasti yang dilihat adalah penampilan luar. Semua orang pasti setuju kalau saya bilang Viona itu cantik,'' katanya. Namun bagi Eko, kecantikan bukan hal utama. ''Teman yang cantik banyak, tetapi yang lebih penting adalah karena Viona sangat mengerti pekerjaan, perasaan, keburukan, dan kebaikan saya. Dia bisa menerima apa adanya.'' Kesepakatan pertama yang saya dan Viona miliki adalah kejujuran. Apa pun yang diketahui, didapat, dan dikerjakan, istri harus tahu. Begitu pun Viona. ''Ngomong, ngobrol, saya lebih enak gitu. Setelah itu kebersamaan. Kebersamaan tanpa dilandasi kejujuran, jadinya hanya menambah kuantitas pertemuan.'' Dia akui, Viona sempat mengeluhkan kesibukan Eko yang begitu banyak. Lebih-lebih setelah putra mereka lahir. Namun, akhirnya hal itu bisa diatasi. ''Memang sempat lupa, saya sudah berkeluarga.'' Menjadi presenter gosip disikapi sebagai sebuah cerminan. ''Kalau ada artis yang bercerai itu selalu jadi cermin supaya saya nggak mengalami. Setiap kali saya selalu nyebut, ya Allah, janganlah saya mengalami hal serupa. Saya selalu memohon kepada Allah supaya hal itu dijauhkan dari keluarga,'' tuturnya tambah serius. (Tresnawati-72n) | |||||