logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 6 September 2003 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Selalu Kenakan Pakaian Longgar

KEBUMEN-Kusniah (22), santri Pondok Pekeyongan, Kebumen yang melahirkan bayi perempuan di WC, masih ditahan di Polsek Klirong. Meski tersangka belum bisa banyak bicara, beberapa saksi telah dimintai keterangan.

Selama mondok, saksi dan teman sekamar Kusniah tidak curiga perempuan warga Desa Jagasima Klirong itu hamil. Sebab, sejak masuk pondok pada pertengahan Juni lalu, dia selalu mengenakan pakaian longgar.

Sebelumnya, tersangka menjadi PRT di Bandung. Sejak tamat SD, dia tidak melanjutkan sekolah karena orang tuanya tak mampu. Selama ini perempuan berpostur kecil itu merantau ke Bandung untuk membantu ekonomi orang tuanya. Warga Desa Jagasima di pantai selatan Kebumen, terutama perempuannya, memang banyak yang merantau ke kota untuk mencari nafkah.

Warga Pondok Pekeyongan geger pada Rabu (3/9) pagi ketika hendak shalat subuh. Ada santri melihat tangan Kusniah berlumuran darah. Para santri semakin kaget setelah masuk WC melihat di dalam bak kecil ada bayi merah yang telah tewas.

Selama di tahanan Polsek Klirong, Kusniah belum banyak bicara. Karena kondisinya masih lemah, dia kemudian dirawat di RSU Kebumen dan dijemput petugas Polsek, Jumat kemarin untuk disidik.

Kusniah mengaku pada pagi itu dia bangun sebelum azan subuh dan langsung masuk WC. Di tempat itu dia melahirkan tanpa pertolongan orang lain. Dia memasukkan ari-ari ke kloset. Sehabis memutus ari-ari, Kusniah mengaku lemas dan kepalanya berkunang-kunang. Selanjutnya dia tak ingat apa-apa.

Namun, diduga, pada pagi itu dia panik dan memasukkan bayi perempuan itu ke dalam bak WC. Tak berapa lama kemudian, temannya menjumpai Kusniah berdiri di dekat WC. Namun, begitu dilihat temannya, dia jatuh terkulai. Sejak itulah kasus santri melahirkan di WC tersebar ke masyarakat.

Kapolres Kebumen AKBP Drs Lilik Purwanto SH menyatakan, kasus tersebut tetap diproses, tapi tidak perlu dibesar-besarkan. Apalagi menyangkut lembaga pesantren yang dihormati masyarakat. (B3-81e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA