logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 5 September 2003 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Ratusan Pinus Hutan Lindung Ditebang Massa

TEMANGGUNG- PT Perhutani bersama Polres Temanggung berhasil mengamankan sedikitnya 951 pohon pinus yang ditebang massa di hutan lindung lereng Gunung Sumbing, tepatnya di Petak 24 K di atas Desa Kemloko, Kecamatan Tembarak. Barang bukti, yaitu empat gergaji mesin yang dipakai para penebang liar, diamankan.

Hingga kemarin, pengangkutan kayu dari hutan Petak 24 K masih terus berlangsung dengan pengamanan ketat petugas gabungan. Diperkirakan, pengangkutan dengan empat truk itu akan berlangsung hingga lima hari, mengingat medan menuju hutan sangat berat.

Kayu yang ditebang sebagian besar berjenis pohon pinus dengan umur di atas sepuluh tahun. Bahkan, sudah ada yang berumur hingga 20 tahun dengan diameter sekitar 36 cm. Dari hutan tersebut, kayu tebangan itu diangkut ke PT Perhutani Magelang.

Protes

Saat pengangkutan berlangsung, siang kemarin, beberapa warga melakukan protes. Mereka tidak mengizinkan jalan Desa Kemloko dilewati truk pengangkut kayu jika petugas tidak mengembalikan empat gergaji mesin yang diamankan di Polres.

"Setelah melalui negosiasi, akhirnya protes mereka dihentikan. Pengangkutan bisa berjalan kembali, tapi dengan pengawalan ketat petugas, baik Polres maupun Polhut. Adapun mengenai tuntutan pengembalian empat gergaji mesin yang diamankan petugas belum dipenuhi," kata petugas yang tengah melakukan pengamanan di hutan.

Dari hasil pendataan sementara, pohon yang sudah ditebang sebanyak 951 di areal sekitar 3 ha. Sebagian besar kayu tebangan masih berada di hutan itu, tapi dimungkinkan sudah ada yang hilang kendati jumlahnya tidak banyak.

Menurut keterangan, penebangan dilakukan oleh puluhan orang pada Minggu dan Senin lalu. Para penebang menggunakan empat gergaji mesin, sehingga dalam dua hari itu bisa merobohkan banyak pohon.

Petugas yang mengetahui terjadinya penebangan pada kawasan hutan dengan ketinggian sekitar 250 meter dpl itu, segera melakukan penghentian. Namun para penebang mengklaim kawasan tersebut sebagai tanah desa sehingga mereka bisa melakukan penebangan.

Selain melakukan penebangan, massa juga memasang sejumlah patok yang bertuliskan penjelasan bahwa kawasan itu merupakan tanah desa. Patok seperti itu ditemukan petugas di lokasi penebangan serta lokasi lain yang diperkirakan akan dijadikan sasaran penebangan.

Asisten Perhutani (Asper) Akhmad Rasum belum bersedia menjelaskan secara terperinci perihal peristiwa tersebut. Dia hanya mengatakan, saat ini kasus itu dalam penanganan dan belum ada tersangka yang diamankan. (nt-81i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA