logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 September 2003 Surat Pembaca  
Line

Uang tertinggal di ATM RS Telogorejo

Pada hari Selasa tanggal 26 Agustus 2003 sekitar pukul 20.50 Wib telah ditemukan oleh petugas keamanan, sejumlah uang yang tertinggal di ATM BCA RS Telogorejo Semarang. Yang merasa kehilangan dapat menghubungi personalia RS tersebut pada jam kerja dengan membawa bukti diri yang sah.

Sunarto
Personalia RS Telogorejo Semarang

***

Soal Pelayanan di RS Telogorejo

Tanggal 14 Agustus pukul 19.00 Wib kandungan saya terpaksa dicuret di RS Telogorejo Semarang dan setelah itu diadakan tes patologi. Perawat mengatakan hasil tes dapat diambil setelah 5 hari di ruang perawatan (ruang A II), tanpa diikuti catatan tertentu yang perlu diperhatikan.

Seminggu berikutnya saya kontrol. Sebelum ke ruang praktik (di ruang Infertilitas), saya singgah di ruang A II guna mengambil hasil tes patologi. Namun jawaban perawat sungguh mengejutkan. Dia bukan langsung mencari tetapi dengan nada tinggi menyalahkan kedatangan saya yang tanpa menelepon lebih dulu.

Saya terkejut mendapat sambutan yang tidak mengenakkan itu tetapi tetap berusaha tenang. Saya mengingatkan bahwa pihak rumah sakit menjanjikan hasil tes dapat diambil setelah 5 hari tanpa catatan lain. Sekarang hari ke tujuh jadi seharusnya hasilnya sudah ada dan dapat langsung diambil.

Karena beberapa saat hasil tes belum diserahkan, saya pamit kepada perawat di A II bahwa saya akan ke ruang praktik dokter kandungan. Di ruang dokter kandungan pengalaman itu saya ceritakan kepada perawat di sana sebagai laporan bahwa hasil tes belum dapat dibawa.

Perawat ruang Infertilitas menanggapi dan langsung menelepon ke mana saya tak tahu. Jawabannya, menyatakan hasil tes sudah jadi. Perawat tersebut kemudian menelepon ke ruang A II untuk menanyakan hasil tes dan mendapat jawaban hasil tes sudah diambil pasien.

Terus terang saya marah karena informasi tidak sesuai kenyataan. Saya ke ruang A II dan perawatnya langsung menyerahkan hasil tes tanpa berkata apa pun. Saya menegur tetapi jawabannya bukan penjelasan tetapi pembelaan diri.

Melalui Surat Pembaca ini saya mohon perhatian pihak RS Telogorejo untuk menjaga komitmen dan etika kepada pasien. Perhatian dan perbaikan kualitas pelayanan. Semoga dapat jadi pengingat untuk peningkatan kualitas pelayanan.

Sri Budi Utami SPd
Jl Sadewo IV/38 Semarang

***

Perlu Sarana Ekspresi Seni Musik dan Lagu

Seni musik dan pentas musik sudah banyak disukai masyarakat khususnya kalangan remaja dan usia muda. Kesukaan ini dipermudah oleh tersedianya informasi baik dari media massa maupun media internet.Dampak positifnya, terbangun apresiasi antara penikmat seni musik dan lagu dan pengekspresi seni musik dan lagu.

Kondisi ini telah dinikmati warga Kota Bandung, karena secara terjadwal setiap hari Sabtu pukul 19.00 wib sampai tengah malam di sepanjang Jl Ir H Djuanda tergelar sederetan ekspresi seni musik dan lagu dengan berbagai jenis aliran musik . Dari hip hop sampai reggae bahkan musik dangdut.

Pada setiap Sabtu malam warga Kota Bandung menempatkan sebagai salah satu waktu hiburan yang praktis dan ekonomis. Keberhasilan warga Bandung dapat dijadikan acuan. Kota Semarang memperlakukan beberapa jalan protokolnya sebagai sarana ekspresi seni musik dan lagu bagi warga.

Menurut pengamatan, tempat yang memiliki potensi sarana ekspresi seni musik dan lagu adalah sepanjang Jl Pahlawan Semarang (sejak perempatan air mancur sampai dengan Kantor Mapolda Jateng).

Kepada para komunitas musik dan lagu di Kota Semarang baik grup band, penyanyi maupun event organizer sebaiknya mulai memanfaatkan sepanjang Jl Pahlawan Semarang sebagai sarana untuk ekspresi musik dan lagu.

Ismono Dwi Atmanto
Jl Candi Penataran Rt 3/Rw 1 Semarang 50182

***

Pengalaman Pahit Pengusaha Mebel

Ini tragedi. Sebagian orang Kota Ukir berdemo terhadap partner asing yang bermodal dolar. Tapi sayang akibatnya berdampak kepahitan dan kesengsaraan. Sebab pengusaha lokal tak punya partner kerja lagi yang biasa membeli mebelnya secara kontan.

Sendainya para partner dagang ini tak diganggu, dirusak dengan cara demo, maka para pekerja warga desa bisa terus bekerja. Mereka tak biasa berpikir, tak tahu pengalaman dagang namun dengan kasus tersebut mereka kini jadi pengangguran.

Dengan amukan/pembakaran hasil produksi para partner tersebut, yang terlihat sepanjang jalan Ngabul- Tahunan sebagai sentra mebel ukir terlihat lesu. Gudang-gudang kosong ditinggalkan partner asing. Mereka tetap bisa berdagang dengan cara pindah tempat yang aman dan nyaman. Mereka pindah ke sepanjang jalan Demak-Semarang. Dengan tragedi ini para penrajin mebel, layaknya jatuh terpelanting dari pohon kelapa. Mereka cuma bisa menangis, menjerit. Mestinya para buruh dan juragan pengusaha mebel tak main okol.

Mereka harus main akal, gagasan, wawasan yang luas setelah mendapatkan partner kerja. Desa-desa yang ditempati orang asing merasa senang. Sebab desanya jadi ramai, pembangunan pasti akan tambah maju. Sebab mereka gampang dimintai bantuan. Tetapi pamong desa juga ganti membantu membantu keamanannya. Jangan malah diganggu. Usahakan mereka tambah krasan di desa yang ditempati. Ciptakan hubungan yang harmonis, meski lain bangsa maupun agama. Sebab dalam Islam tidak dilarang berhubungan dengan siapa pun, bangsa apa pun.

Amar Makruf
Purwogondo, Kalinyamat, Jepara

***

Ingin Ketemu Keluarga Bp Samsul Huda Alm

Sekitar tahun 2000-2001, saya berkenalan dengan keluarga besar Bapak Samsul Huda pegawai Lembaga Pemasyarakatan Purwodadi Grobogan yang beralamat Jl R Suprapto Purwodadi. Informasi terakhir, Bapak telah almarhum beberapa tahun lalu dengan meninggalkan tiga putri, yaitu Cicik Sulistyowati telah menikah dan tinggal di Yogyakarta.

Kemudian Dina Sakinah alumnus Akademik Komputer Perbankan di Semarang yang pernah kerja di sebuah swalayan Purwodadi. Yang terakhir Ayni Qorutaunkhadijah yang sekarang kira-kira kelas 2 SD dan pasti ikut ibu ke kampungnya Bapak yaitu di Sragen. Namun alamat pastinya saya tidak tahu persis.

Saya membutuhkan alamat keluarga besar Bapak Samsul Huda (alm) atau keluarga tersebut. Saya sangat kehilangan semua, sebab mereka saya anggap Bapak/Ibu dan adik-adik saya sendiri. Begitu juga sebaliknya.

Andai kata ada pembaca atau keluarga /putri almarhum membaca surat ini, sudi kiranya memberi informasi ke saya, Ali Wardhana Isha, Sekretaris Eksekutif National Institute for Democracy Studies (NIDS) Jl Jend Ahmad Yani Lantai Mas 31 B Cicadas Bandung, Telp 0813.20642501/0817.9264786.

Ali Wardhana Isha
Kompl Sukasari Indah 69 Pameungpeuk, Bandung


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA