
| Rabu, 3 September 2003 | Sala |
"Jangan Padang Jagade ning Ora Ana Isine"KARANGASEM - Pemerintah Kota Surakarta dicecar puluhan pertanyaan mengenai rencana kerja sama dengan PT Fokus Indo Lighting (FIL) Jakarta untuk merehabilitasi lampu penerangan jalan umum dalam rapat paripurna DPRD, kemarin. Puluhan pertanyaan disampaikan anggota DPRD, Heru S Notonegoro SH MH (FPG), HM Sahil Hasni SH (FPAN), H Hasan Mulachela (Fraksi Pembaharuan/FP), Letkol Laut Drs Agus Suharsono (FTNI), dan Geyol Suryo Pranoto (FPDI-P), lewat pemandangan umum masing-masing. Materi yang mereka pertanyakan antara lain belakang pemerintah menggandeng PT FIL, sumber dana rehabilitasi Rp 22.531.240.201, dan manfaat pemasangan lampu baru di sejumlah ruas jalan. Geyol berpendapat rehabilitasi dan penambahan lampu jalan perlu didukung karena berdampak positif pada pariwisata dan keamanan. Namun terobosan itu harus diikuti pembenahan potensi, seperti aset budaya dan wisata unggulan, serta sistem keamanan lingkungan. "Jangan sampai berkesan, Solo padang jagade, ning orang ana isini apa-apa," katanya. Dia dan penyampai pemandangan umum yang lain meminta Wali Kota Slamet Suryanto menjelaskan soal sumber dana rehabiliasi lampu alan miliaran rupiah itu dan dasar penunjukan PT FIL sebagai investor dan pelaksana pekerjaan. Hasan Mulachela mempertanyakan rencana itu berupa rehabilitasi atau pekerjaan baru, karena nilainya sangat besar. Dalam nota penjelasan Wali Kota H Slamet Suryanto, Jumat (29/8) lalu, disebutkan rehabilitasi itu akan dilaksanakan PT FIL dan dimulai Septemper ini. Sistem pembayaran bertahap, dengan bunga 16% per tahun. Pekerjaan terbagi beberapa bagian, antara lain pembongkaran 212 tiang di ruas jalan protokol dan beberapa ruas jalan lain, pembongkaran 1.006 buah ornamen di 50 ruas jalan, pembongkaran 1.215 buah armatur di 50 ruas jalan, dan pemasangan 476 tiang baru di 50 ruas jalan, termasuk jalan protokol. Mendadak Selain itu, pemasangan 853 buah ornamen di 50 ruas jalan, pemasangan 309 buah armatur lama di tujuh ruas jalan, dan pemasangan 1.883 buah armatur baru di 45 ruas jalan, termasuk jalan protokol. Pekerjaan itu juga meliputi pemasangan 202 buah kWh meter pada rangkaian lampu yang mencakup 79 ruas jalan, termasuk pemasangan panel dan 10 unit lampu Highmast berketinggian 25 m. Setiap unit memiliki enam lampu dan setiap lampu berkekuatan 1.000 Watt. Heru S Notonegoro menanyakan, mengapa program itu berkesan mendadak, tidak termasuk program prioritas pemerintah tahun 2003. "Jika anggaran Rp 22,5 miliar itu dimanfaatkan untuk membangun perekomian rakyat kecil dengan mendistribusikan ke setiap kelurahan sekitar Rp 450 juta, tentu bisa menjadi modal abadi yang diputar untuk meningkatkan perekonomian," tutur dia. Sahil berpendapat PT FIL dalam program itu lebih tepat disebut kontraktor. Karena itu, dia menanyakan apakah penetapan pelaksana pekerjaan sudah melalui tender dan bagaimana proses pelelangannya. Agus Suharsono juga mempertanyakan pertimbangan pemerintah menunjuk PT FIL untuk bekerja sama merehabilitasi lampu jalan. D11-83g) |