
| Rabu, 3 September 2003 | Berita Utama |
Para Kiai Menolak Pemecatan Gus IpulJAKARTA - Pemecatan Saifullah Yusuf dari jabatan Sekjen DPP PKB ternyata mendapat protes dari para kiai PKB. Mereka menilai, Saifullah (yang akrab dipanggil Gus Ipul) tidak membuat kesalahan yang fatal dalam organisasi, sehingga para kiai itu menolak rencana dilakukannya reposisi jabatan bagi Gus Ipul dari sekjen menjadi salah satu ketua DPP. ''Reposisi jabatan dari sekjen ke ketua itu sama saja pemecatan. Jika itu dilakukan, harus sesuai dengan aturan organisasi, tidak bisa seenaknya. Kami menolak pemecatan itu,'' kata Wakil Ketua Dewan Syuro PKB KH Cholil Bisri saat menjawab pertanyaan wartawan, di Jakarta, Selasa kemarin. Pimpinan Pondok Pesantren Raudlatut Tholibien Rembang itu mengingatkan bahwa organisasi punya aturan, sehingga tidak bisa memecat pengurus seenaknya, apalagi yang bersangkutan tidak salah. Sebagaimana diberitakan di harian ini kemarin, Saifullah diberhentikan dari jabatan sekretaris jenderal. Kebijakan itu diambil dalam rapat pleno Dewan Syuro di Sekretariat DPP PKB, Jalan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Senin (1/9). Keputusan diambil melalui voting secara tertutup. ''Lewat voting tertutup, 9 anggota Dewan Syuro menyetujui pemberhentian Gus Ipul, dan 7 lainnya menolak,'' kata Wakil Ketua Umum DPP Mahfud MD, seusai rapat. Rapat yang dihadiri 16 anggota Dewan Syuro itu dipimpin KH Cholil Bisri, mulai sekitar pukul 15.00. Rapat diskors selama dua kali, karena di antara anggota Dewan Syuro sulit mengambil kesepakatan. Anggota terbagi dua: KH Cholil Bisri dan KH Idris Marzuki dan kawan-kawan menolak pemberhentian itu, sementara kubu Abdurrahman Wahid alias Gus Dur menyetujui. Menurut Kiai Cholil, pemecatan tidak bisa melalui cara itu, dan bagi kiai asal Rembang ini, pemecatan Gus Ipul pada saat sekarang justru dapat merugikan partai. ''Kalau mau ganti, nanti sesudah pemilu saja. Jangan sekarang, itu merugikan partai,'' tandasnya. Pulang ke Pesantren Kiai Cholil mengungkapkan, jika Saifullah Yusuf jadi dipecat, maka dirinya dan para kiai akan pulang ke pesantren. ''PKB itu kalau ditinggalkan para kiai bisa gembos, bisa habis. Terus terang, kalau Saifullah dipecat, mungkin para kiai marah, karena tausyiahnya diabaikan. Para kiai sekarang di belakang Saifullah,'' ujarnya. Ditanya kalau reposisi jadi dilakukan, siapa pengganti Saifullah dalam posisi sekjen, Kiai Cholil mengatakan, mungkin jabatan itu diisi AS Hikam. ''Hikam juga masih muda. Dia cocok berpasangan dengan Alwi Shihab dan Gus Dur.'' Sementara itu, Saifullah Yusuf menyatakan tetap akan melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya selaku Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), meski Dewan Syuro DPP PKB dalam rapatnya Senin (1/9) malam merekomendasikan dirinya dicopot. "Itu baru rekomendasi, belum putusan. Jadi saya masih Sekjen dan akan masih akan melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai Sekjen," kata Saifullah usai bertemu dengan sejumlah kiai di kantor PBNU Jakarta, Selasa kemarin. Selain itu, Saifullah juga menyatakan akan memeriksa terlebih dulu dasar atau alasan dilakukannya voting dalam rapat Dewan Syuro yang merekomendasikan reposisi dirinya selaku Sekjen, termasuk apakah rekomendasi yang dihasilkan tersebut memenuhi ketentuan yang diatur dalam AD/ART PKB.(nas,ant-29t) |