logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 September 2003 Berita Utama  
Line

Pemilu 2004

Masyumi Baru Jadi Ormas

  • Bergabung ke PPP

JAKARTA- Setelah menyatakan bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), September ini Partai Masyumi Baru (PMB) akan mengadakan pertemuan konsultasi nasional untuk secara resmi melikuidasi keberadaan mereka sebagai partai politik.

Selanjutnya, kemungkinan PMB akan berubah menjadi ormas dan akan mendukung PPP pada Pemilu 2004.

Ketua Umum PMB H Ridwan Saidi mengemukakan hal itu kepada wartawan seusai bertemu Wakil Presiden yang juga Ketua Umum DPP PPP Hamzah Haz di Istana Wapres, Selasa (2/9).

Seperti diberitakan, karena tidak lolos electoral threshold dalam Pemilu 1999, tiga partai berbasis Islam menyatakan diri bergabung ke PPP. Ketiga partai itu adalah PMB, Partai Nahdlatul Ummat (PNU), dan Partai Indonesia Baru pimpinan Saiful Anwar. Kemarin, Ridwan bertemu Hamzah untuk secara resmi ''melamar'' PPP.

''Mereka (PMB-Red) diterima dan menjadi bagian integral dari PPP,'' jelas Wakil Sekjen PPP Emron Pangkapi yang mendampingi Hamzah.

Emron menuturkan, kedatangan Ridwan itu merupakan kelanjutan dari pernyataan sebelumnya, partai yang dia pimpin bermaksud bergabung dengan PPP.

Ridwan menyatakan keinginan mereka untuk bergabung ke partai berlambang kakbah tersebut disambut baik Hamzah.

Sebagai Ketua Umum PPP, dia minta agar semua kader PMB mulai dari tingkat bawah hingga atas mau membantu PPP menyukseskan Pemilu 2004 serta pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung. Permintaan tersebut disanggupi oleh Ridwan.

''Semua pengurus Partai Masyumi Baru dari tingkat ranting hingga pusat akan membantu PPP dalam menyukseskan Pemilu 2004.''

Dewan Pakar

Sesuai dengan permintaan Hamzah, semua pengurus PMB nantinya akan digabungkan ke PPP dan mereka ditempatkan dalam kepengurusan PPP. Meski sebenarnya tidak meminta kedudukan apa pun, Ridwan di DPP PPP akan ditempatkan sebagai anggota Majelis Dewan Pakar.

''Setelah terjadi penggabungan, maka kami akan mengadakan pertemuan konsultasi nasional pada September ini untuk secara resmi PMB sebagai partai politik dilikuidasi. Selanjutnya, tergantung pada musyawarah, mungkin kami menjadi ormas.''

Lebih lanjut Ridwan mengungkapkan, proses penggabungan partainya sudah berlangsung sejak Mei lalu, saat berlangsungnya Muktamar V PPP. Penggabungan tersebut sejauh ini berjalan lancar, antara lain di Jakarta, Maluku, Riau, dan Jambi.

Dia menyebutkan, kantong-kantong PMB antara lain di Maluku Selatan, Jambi, Bengkulu Utara, dan Solo. Pada Pemilu 1999, mereka baru dapat mengantongi 188.000 suara dan berada pada urutan ke-31 dari 48 peserta pemilu.

PPP, kata Emron, sudah siap menghadapi Pemilu 2004 baik pemilihan DPR, DPD, dan DPRD maupun pemilihan presiden/wapres secara langsung. Bila pada Pemilu 1999 PPP memperoleh 11% suara, pada pemilu mendatang mereka berharap dapat meraih 20%.

''Kami ingin merebut kembali suara-suara yang banyak hilang di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang sebenarnya merupakan kantong PPP.''

Emron mengakui pada Pemilu 1999 memang banyak warga dan simpatisan PPP yang pindah ke partai lain. Namun pada kelanjutannya, aspirasi mereka ternyata tidak diperhatikan oleh partai bersangkutan, sehingga PPP berpeluang untuk menarik kembali suara-suara yang sempat hilang tersebut. (A20-13j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA