logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 September 2003 Berita Utama  
Line

Pemilu 2004

Empat Capres Berebut Berkah

  • Muktamar JATMI di Dukuhseti

PATI-Empat calon presiden berebut berkah di Pondok Pesantren AKN Marzuqi, Dukuh Selempung, Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Pati. Mereka adalah Akbar Tandjung, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Amien Rais, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tiga capres, yaitu Gus Dur, Amien, dan SBY datang ke pondok asuhan KH Ahmad Khoirun Nasihin dalam kaitan Muktamar VIII Jamiyah Ahli Thoriqoh Mu'tabaroh Indonesia (JATMI). Adapun Akbar datang secara insidental ke pesantren di pesisir itu pada dua pekan lalu.

Di luar calon presiden itu, muktamar pada Senin lalu antara lain dihadiri Menteri Negara Komunikasi dan Informasi Syamsul Mu'arif dan Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin. Ir Siswono Yudhohusodo yang dijadwalkan menyampaikan ceramah tentang ekonomi umat, berhalangan hadir.

Ketua MPR Amien Rais kemarin datang secara bergantian dengan Bambang Yudhoyono. Amien yang juga Ketua Umum DPP PAN tampil lebih dulu untuk menyampaikan orasi ilmiah. Dia juga meresmikan masjid dan pondok pesantren, ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Pada kesempatan itu, Amien menyatakan akan membantu sebuah mobil Kijang. Dari Dukuhseti, dia meresmikan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah di Jalan KH Ahmad Dahlan Pati dan menyumbang Rp 10 juta.

Siangnya, ganti SBY datang untuk menutup muktamar yang dilangsungkan sejak 30 Agustus itu, dengan ditandai pemukulan beduk. Dia juga meresmikan bangunan SLTP dan SMU Terpadu AKN Marzuqi.

Sekolah berlantai empat yang berlokasi di kompleks pondok ini baru akan menerima siswa mulai tahun ajaran 2003/2004 depan. Adapun Gus Dur membuka muktamar yang diikuti 450 kiai se-Indonesia itu pada Minggu lalu.

Muktamar kembali memilih ulama asal Tegal KH Drs Maktub Efendy menjadi ketua umum periode 2003-2008. Sekjen dipercayakan pada Jony Yusuf Abdullah. Serta Habib Lutfi Pekalongan ditunjuk sebagai mustafadh. Kelengkapan kepengurusan diselesaikan dalam September ini.

Mengecam Terorisme

Arena muktamar tersebut seperti perhelatan partai politik saja. Betapa tidak, muktamirin secara terang-terangan mendukung dan mendoakan Amien Rais dan SBY menjadi presiden tahun 2004-2009.

''Karena bukan partai politik, kami bisanya hanya mendukung dan mendoakan. Kalau dulu Presiden pertama Soekarno, lalu diganti Soeharto, untuk ke depan ya namanya su.. su... Susilo Bambang Yudhoyono. Insya Allah,'' kata KH Maktub Efendy.

Mendengar dukungan yang disambut aplaus muktamirin, SBY hanya tersenyum. Sebelum akhirnya mendapat dukungan secara terbuka, SBY yang didampingi istri diberi kain rida kelabu oleh tuan rumah KH Ahmad Khoirun Nasihin yang mengalungkannya.

Sebelumnya, seusai ceramah ilmiah, Amien Rais juga didukung dan didoakan menjadi presiden mendatang. Doa khusus pun dipanjatkan untuknya. Bahkan, seorang kiai asal Brebes menegaskan, Amien pantas memimpin Indonesia karena menguasai ilmu agama. Dia setuju diberi gelar kiai haji.

Amien antara lain mengatakan, untuk membangun bangsa ini diperlukan langkah terpadu semua elemen yang ada di dalam masyarakat. Menurutnya, Islam tidak perlu dicurigai. Sebab, pada dasarnya, Islam bertujuan menuntun umat manusia untuk menuju kemaslahatan.

Muktamar selain berhasil memilih pengurus baru, juga mengeluarkan taushyiah (rekomendasi) yang berisi enam pokok permasalahan yang dialami bangsa Indonesia. Antara lain, mereka menegaskan mengecam tindakan terorisme.

Aksi teror, disebutkan hanya akan menyengsarakan masyarakat yang tidak berdosa. Mereka juga minta kepada pemerintah, TNI, dan Polri untuk bertindak tegas menumpas gerakan separatis GAM.

Para elite politik, khususnya dalam menghadapi Pemilu 2004, diminta untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, mementingkan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan dan partai. (yit,G11-13t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA