logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 September 2003 Berita Utama  
Line

Thoyfoer Ingin Gubernur-Munawaroh Islah

HANGAT: Silaturahmi DPW PPP ke Redaksi Suara Merdeka di Jalan Raya Kaligawe Km 5, kemarin berlangsung hangat. Kunjungan tersebut merupakan amanat musyawarah kerja PPP ke insan pers. (69)

SEMARANG-Masih belum adanya tanda-tanda akan segera meredanya pertikaian antara Gubernur Jateng H Mardiyanto dengan Munawaroh, telah membuat prihatin berbagai kalangan, tak terkecuali Ketua DPW PPP Jateng H Thoyfoer MC yang masih mengharapkan agar keduanya bisa segera islah.

Karena bagaimanapun, menurut dia, keduanya dinilai sebagai orang yang penting bagi dirinya. Mardiyanto sebagai pemimpin Pemerintah Provinsi Jateng maupun Munawaroh sebagai kader PPP.

Dengan mengutip sebuah pesan Nabi yang sangat bijaksana. "Seseorang harus menghormati pemimpinnya dan mengasihi anak buahnya", Thoyfoer mengatakan, bagaimanapun Mardiyanto adalah orang yang baik dan sukses dalam kepemimpinan. "Buktinya dia terpilih kembali sebagai gubernur. Maka partai saya harus menghormatinya."

Sebaliknya, Munawaroh adalah salah satu kader terbaik di partainya. Itu terlihat Munawaroh pernah menjadi Ketua Fatayat NU, dan sekarang ini masih sebagai anggota Dewan dari PPP.

"Rasanya tidak mungkin kalau dia bukan kader yang baik bisa memimpin Fatayat NU, dan menjadi anggota legislatif. Kami juga tidak pernah mengajarinya untuk berbuat fitnah," tuturnya saat bersilaturahmi ke kantor Redaksi Suara Merdeka di Jalan Raya Kaligawe Km 5, kemarin.

Kedatangan kiai yang juga pimpinan DPRD Jateng bersama rombongan, antara lain Umi Hasanah, Munir, Masruhan Samsurie, Istajib, Nasrun, serta beberapa staf ditemui Pemimpin Redaksi Drs Sutrisna dan jajaran redaksi. Kalangan DPW PPP Jateng yang dipimpin H Thoyfoer MC mengungkapkan, kunjungannya itu merupakan amanat musyawarah kerja DPC-DPC PPP. Partai berlambang kakbah itu ingin membangun tali silaturahmi lebih erat dengan insan pers.

Rombongan memberikan sejumlah masukan kepada Suara Merdeka untuk berkiprah dalam pembangunan, terutama dalam pembentukan opini publik masyarakat Jawa Tengah.

Lebih jauh ia menjelaskan, dengan mengamanatkan pesan nabi tersebut, Thoyfoer menghormati gubernur sebagai pemimpin yang baik. Salah satunya dengan melakukan baiat. "Baiat itu berisi bahwa anda pemimpin kami. Saya akan mendukung program anda dan menghormati," tuturnya.

Terhadap Munawaroh, politisi yang akrab dengan kuli tinta itu menyatakan memiliki keharusan untuk mencurahkan kasih sayang. "Dia (Munawaroh-Red) tidak pernah memfitnah. Surat sakti juga tidak pernah dikatakan," katanya.

Dia pernah berkonsultasi dengan ahli hukum menyangkut kalimat "jangan-jangan" terhadap dana tak tersangka gubernur itu. Kalimat itu bisa bermakna lain-lain.

Dia mengandaikan, suatu hari dirinya tak masuk kerja. Lalu muncul komentar, "Jangan-jangan istri Pak Thoyfoer sakit. Kalimat itu tidak masalah. Tetapi kalau ada yang bilang, jangan-jangan pak Thoyfoer mbegenggek. Wah, maknanya bisa macam-macam," ungkapnya. Demikian pula soal surat sakti. Ada penafsiran-penafsiran berbeda.

PR Bersama

Karena itu, ia mengharapkan, kedua hamba Allah SWT itu mendapat bimbingan-Nya. Ia tidak menginginkan ada kekisruhan di Jawa Tengah. "Masalah itu juga menjadi PR (pekerjaan rumah-Red) bersama," ujarnya.

Ditanya mengenai kekritisan Dewan pada masa mendatang, ia menyampaikan sikap kritis tidak boleh berhenti. "Sikap kritis tetap harus dilakukan anggota Dewan."

Selain soal polemik itu, PPP juga ditanya menyangkut kuota 30% perempuan. Menurutnya, PPP tidak mempersoalkan keterwakilan perempuan itu. Apabila mampu dan tidak mengesampingkan kualitatif, kaum perempuan tetap bisa berkiprah di PPP.

Suasana kunjungan juga menghangat ketika rombongan memberikan masukan kepada Suara Merdeka. Masruhan Samsurie mengharapkan, koran ini menambah rubrik Pemilu 2004. Misalnya, menampilkan suplemen khusus mengenai berita-berita pemilu seminggu sekali.

Ada pula yang melontarkan gagasan agar Suara Merdeka lebih melakukan in-depth news. Misalnya, berkaitan dengan pertanian, pendidikan, serta raperda perjudian.

Sutrisna mengungkapkan, masukan tersebut sangat berharga bagi koran ini. Selanjutnya masukan itu akan menjadi pemikiran untuk lebih meningkatkan kualitas Suara Merdeka agar sesuai kebutuhan informasi masyarakat maupun partai-partai. (G1-69)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA