
| Rabu, 3 September 2003 | Berita Utama |
In Memoriam Indra Safera (2-Habis)Pemberi Spirit yang Melupakan Penyakitnya
TAK bisa dimungkiri, Indra Safera adalah salah satu presenter andal yang dimiliki Indonesia. Ia seorang pekerja keras dan selalu profesional. Sikap itulah yang kemudian membuatnya tak hendak sedikitnya meninggalkan tanggung jawab yang telah sedia dia terima. Hanya saja, ia kemudian melupakan kesehatannya sendiri. Ia dikenal sebagai sosok yang cuek terhadap masalah kesehatan, meski ayahnya seorang dokter. Sahabat-sahabatnya, selalu mengingatkan hal itu. Tetapi Indra adalah lelaki yang tak mau dikasihani hanya karena penyakitnya. ''Saya orang yang sangat gila dalam memperhatikan kesehatan, sebaliknya Indra sangat cuek dalam hal itu. Karena itu saya sering ngomeli dia soal kesehatannya. Tapi dia cuek saja,'' kata Farhan yang mengenal dekat almarhum sejak tahun 1995. Itu juga yang dikatakan Indy Barend yang mengaku Indra adalah bagian dari jiwanya. ''Indra orang yang keras, emosional, dan bertanggung jawab. Dia tak mau orang mengasihani dia hanya karena dia sakit. Karena itu ia selalu berusaha menepati setiap pekerjaan yang dibebankan kepadanya meski sedang sakit,'' tutur Indy yang mengaku amat kehilangan rekan kerja dan mitra hidupnya itu. Lolita Malaiholo, rekan kerja Indra di PT Indomugi Pratama menyebutkan hal serupa. ''Bahkan dalam keadaan sakit parah pun, Indra masih saja ngomongin pekerjaan. Padahal sepertinya dia sudah tidak mengenali saya meskipun masih mau saya suapin puding,'' tutur istri Harvey Malaiholo ini. Putus Asa Indra Safera memang sudah lama menderita penyakit liver. Meski nampaknya ia selalu periang, ternyata ia pernah merasa putus asa menghadapi penyakitnya itu. ''Saya sempat sebel melihat sikap Indra terhadap penyakitnya. Soalnya dia kelihatannya enggak mau fight gitu, lo. Saya bilang sama dia, 'tahu nggak sih lu, kalau yang bisa melawan penyakit lu itu ya lu sendiri'. Saya juga bilang, kalau memang itu yang terbaik buat dia ya sudah. Tapi saya tidak mau ditinggal dalam hal inspirasi dan spirit,'' ungkap Meutia Kasim yang tak sanggup menahan tangis selama bercerita. Menurut Meutia, Indra bisa tiba-tiba melupakan penyakitnya begitu berada di atas panggung dan memegang mike. ''Disuruh periksa ke dokter atau berobat rasanya susah banget. Tapi begitu sudah pegang mike dan mulai ngemsi, dia bisa lupa pada penyakitnya,'' tutur dia yang baru tiba dari Singapura ketika mendengar kabar meninggalnya Indra. Indra sempat merasa tak senang ketika Meutia bersekolah di Singapura. ''Dia bilang merasa saya tinggalkan, ketika saya memutuskan sekolah di Singapura. Ada satu lagi yang saya sesali. Waktu dia ulang tahun kemarin, saya beri kado parfum dan body lotion. Sambil bercanda saya tulis, 'Orang Indonesia itu mati rata-rata umur 70 tahun, kalau umur 35 berarti saat menuju kehancuran'. Tapi dia langsung menelepon saya dan bilang bahwa hidupnya memang sudah mau hancur.'' Sudah Merasa Tampaknya Indra yang gemar membawa makanan ke kantor dan membaginya dengan teman-teman, bahkan office boy itu sudah merasa dia akan segera ''pergi''. 'Waktu itu Indra bawa sup buntut ke kantor. Sambil makan dia bilang, ''lu bisa kan makan sendiri tanpa gue?'. Waktu saya pikir hanya soal pekerjaan, nggak tahunya...'' tutur Lolita yang harus beberapa kali berhenti wawancara karena tak sanggup menahan tangis. Indy pun mengaku Indra sempat melontarkan kata-kata senada terhadapnya. ''Waktu itu saya tengok dia hari Kamis (28/8). Dia masih mengenali saya. Saya cium dia dan pegang kakinya. Waktu itu tiba-tiba saja dia bilang, 'kalau gue pergi lu bisa sendiri, kan?'. Tentu saja saya tak bisa menerima kalimatnya itu,'' kata Indy yang usia kehamilannya memasuki bulan kesembilan. Sebelum jatuh sakit, Indra-lah yang mengurus segala keperluan perkawinan Indy Barend dengan Benny Sarmanella. Becky Tumewu adalah salah satu sahabat dekat Indra yang juga tak sempat menengok Indra ketika di rumah sakit. ''Saya menyesal sekali tak sempat menengok,'' sesal Becky yang pernikahannya dengan Johannes Dharmawan juga berkat campur tangan Indra. Di mata Becky, Indra adalah sosok yang selalu memberinya spirit. ''Setiap kali ngemsi sama dia, Indra selalu mampu membuat saya merasa gembira dan mood,'' kenangnya.(Tresnawati-13) | |||||