
| Rabu, 3 September 2003 | Berita Utama |
Tak Mudah Tuduh JI PengebomGROBOGAN- Ketua DPP PAN Prof Dr H Amien Rais MA mengatakan, tidak mudah menuduh Jamaah Islamiyah (JI) sebagai peledak bom di beberapa tempat di Indonesia jika tidak dibarengi dengan bukti-bukti yang menguatkan untuk itu. Dia menegaskan hal itu ketika menghadiri HUT Ke-5 PAN di DPD PAN daerah tersebut di Purwodadi. Kehadiran orang nomor satu di PAN itu disambut meriah artis-artis dangdut dan campursari dari Pesona Artis Jateng. Amien mengemukakan, JI di Indonesia banyak. Bahkan tidak sedikit dari perkumpulan pengajian yang menamai kelompoknya dengan JI. Karena itu, tuduhan terhadap peledak bom adalah anggota JI perlu didukung banyak bukti. Kalau tidak, Amien menilai, penuduh terlalu berani. Dia mengatakan, PAN sudah lama meminta pihak terkait untuk menyikapi tuduhan itu. Namun, sampai sekarang belum ada keterangan yang memuaskan. Meski demikian, PAN bersama partai Islam lainnya sudah minta pada kiai-kiai pondok pesantren, MUI, dan kelompok-kelompok Islam lainnya supaya tidak tersinggung dengan tuduhan tersebut. Dia menekankan, DPP PAN dan jajarannya antiteroris. Bahkan benci dari ujung kaki sampai rambut, sebab apa yang mereka perbuat sama halnya dengan pembunuhan yang tidak berperikemanusiaan. Padahal, di dalam agama Islam pembunuhan seperti itu digolongkan dosa besar. Bahkan, dosanya tidak akan diampuni sampai beberapa keturunan. Pada bagian lain dia mengatakan, sekarang banyak elite politik yang tidak konsisten dengan makna reformasi. Malahan mereka yang dahulu dikenal getol memperjuangkan reformasi pada zaman Orde Baru, kini luntur akibat kekuasaan sehingga reformasi yang diperjuangkan mahasiswa dalam bentuk penegakan hukum, pemberantasan korupsi, dan lain-lain kandas di tengah jalan. Walau begitu, DPP PAN dan jajarannya tidak akan keluar dari perjuangan reformasi. Sebab dia menyadari, dengan reformasi itu berbagai sektor pembangunan di Indonesia akan berjalan sesuai dengan keinginan rakyat. Tidak justru sebaliknya, seperti yang diinginkan penguasa. Dia mengingatkan semua pihak, tujuh bulan lagi Indonesia sudah menyelenggarakan pemilu untuk memilih presiden, anggota DPR, DPD, dan DPRD. Karena itu, warga di Grobogan diminta memilih figur-figur yang masih konsisten terhadap perjuangan reformasi dan peduli terhadap orang-orang kecil. ''Jangan sampai pilihan itu jatuh pada mereka yang menyimpang dari perjuangan tersebut. Sebab, dampaknya terhadap pembangunan Indonesia ke depan tidak akan baik. Justru sebaliknya, menjadi carut marut.'' (A23-69j) |