
| Rabu, 3 September 2003 | Semarang & sekitarnya |
Sapa To Ki....Mampu Lampaui SeniornyaHASIL seleksi calon direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Semarang cukup mengejutkan. Sebab peserta yang akhirnya dinyatakan lulus sebagai Direktur Utama (Dirut), yakni Ir R Agus Sutyoso MSi, merupakan seorang kepala seksi di lingkungan Pemerintah Kota. Dalam tes, nilainya melampaui sejumlah seniornya. Misalnya Drs Pandu Susilo MM (mantan Dirut PDAM) dan Drs H MS Soedarsono BBA MM (Plt Direktur Umum PDAM). Agus selama ini menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Irigasi di Subdinas Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota. Yang bersangkutan ternyata juga bukan orang lama di jajaran Pemerintah Kota. PNS golongan III D dengan eselon IV A ini, baru dua tahun lebih masuk ke Pemerintah Kota. Sebelumnya, pernah menjadi pegawai di tingkat Provinsi Jateng dan Pemerintah Kota Administratif Kendari, Sulawesi. Pria yang lahir di Purworejo, 3 Oktober 1965 ini, lulus sebagai Sarjana Teknik Arsitektur Undip pada 1990. Selanjutnya sekitar empat tahun bertugas di Kota Administratif Kendari. Pada 1995 masuk ke PU Cipta Karya Provinsi Jateng, sampai 1997. Pada 1998 sampai 1999, suami dari Budi Sulistiyani SSos-PNS di Kelurahan Gemah Kecamatan Pedurungan-ini menjalani tugas belajar di UGM Yogyakarta, hingga akhirnya mendapatkan gelar MSi (Magister Ekonomi Pembangunan). Bapak tiga anak ini juga pernah menjabat sebagai Asisten PMU OECF (sebuah proyek yang didanai dengan pinjaman dari Jepang). Selanjutnya, pada akhir 2000, menjadi Kasi Teknik Penyehatan di Cabang Dinas PU Cipta Karya Wilayah Semarang Tengah. Awal 2001, masuk ke Pemerintah Kota. Agus mendapat jabatan sebagai Kasi PSDA dan Irigasi Subdin Pengairan DPU Kota sampai sekarang. Sesuai jabatannya, Agus banyak berkecimpung di masalah air, baik soal banjir, rob, polder, drainase, dan sebagainya. Dia mengaku sama sekali tidak terbayang dirinya lulus sebagai dirut PDAM. ''Dulu tidak terbayangkan. Sebab tesnya saja cukup berat, bahkan ada yang dari pagi sampai malam. Saya minta doa restu saja,'' kata dia di kantornya, DPU Kota, Selasa (2/9). Selama tes berlangsung, segala sesuatunya dia biarkan mengalir begitu saja. Merasa pendidikan dan pengalamannya memenuhi klasifikasi sebagai calon dirut, warga Kelurahan Gemah Kecamatan Pedurungan ini akhirnya ikut mendaftar. Ya, akhirnya dia terpilih sebagai yang terbaik dari sekian pelamar. Meski nomor tesnya-untuk calon dirut-paling bontot, yakni 53, Agus berhasil mendapatkan nilai yang pertama. (Setiawan Hendra Kelana-45) |