
| Rabu, 3 September 2003 | Semarang & sekitarnya |
Warga Sering Kehilangan Celdam dan Bra
SEMARANG UTARA - Ada-ada saja ulah pemuda yang satu ini. Namun, gara-gara ulahnya mencoba mencuri pakaian dalam milik tetangganya, Muh Rozi (17), warga Jl Petek, Kampung Bedas Selatan, Semarang Utara nyaris dihajar massa, Selasa (2/9), sekitar pukul 06.00. Aksi massa itu bisa diredam oleh salah seorang warga setempat, karena tersangka diketahui masih tetangga sendiri. Warga kemudian membawa Rozi ke Mapolsekta Semarang Utara. Tidak ada barang bukti yang diamankan. Sebab, pemuda itu gagal mencuri karena keburu ketahuan warga. Menurut sejumlah saksi di lokasi, tersangka dipergoki seorang warga ketika memanjat tembok belakang rumah milik H Muslimin (45), warga Jl Petek, Kampung Bedas Selatan 121, sekitar pukul 05.30. Warga yang melihat itu langsung berteriak maling, sehingga tersangka bergegas turun. Saat turun dari tembok, Rozi terlihat tergesa-gesa. Akibatnya, telapak tangan tersangka berdarah karena terkena benda tajam. Dia berniat melarikan diri, namun massa mengejar dan berhasil menangkapnya. ''Warga emosi dan nyaris saja dia (tersangka- Red) dihajar. Tetapi warga bisa meredam emosi,'' tutur salah seorang saksi kepada Suara Merdeka, kemarin. Di depan polisi, tersangka mengaku telah melakukan aksinya empat kali. Yang menggelikan, hasil kejahatannya berupa berbagai pakaian dalam wanita. Tersangka melakukan hal itu karena sering menonton VCD porno. Menurut salah seorang tetangga korban, beberapa wanita warga sekitar sering kehilangan pakaian dalam. ''Biasanya yang hilang celana dalam (celdam) dan bra. Itu sudah sering terjadi,'' kata saksi. Kecolongan HP Di tempat lain, Apriyanto (25), pemilik toko HP Salom Sell di Jl Dargo 2A Semarang mengaku kecurian barang dagangannya berupa HP Nokia 3530, Selasa (2/9), pukul 11.00. Menurut korban, peristiwa itu bermula saat dia kedatangan seorang laki-laki yang berpura-pura hendak membeli kartu perdana Mentari. Istrinya, Minarni (19), melayani calon pembeli tersebut. Tersangka kemudian minta diambilkan sebuah HP baru merek Nokia 3530, yang masih tersimpan dalam dos bersegel. Dia mengaku ingin membeli HP tersebut. Setelah dos dibuka, HP diperlihatkan kepada tersangka. ''Ketika istri saya lengah, HP beserta alat charger-nya langsung dibawa lari. Dosnya ditinggal di atas etalase,'' tutur korban. Aksi pencurian juga terjadi di Jl Agus Salim, tepatnya di tempat parkir dekat pasar ikan hias Jurnatan. Korban, Razaman (50), tinggal di Jl Padepokan Ganesha II, Semarang kehilangan tape mobil dan speedometer yang terpasang di dasbor mobil Toyota Kijang H-8899-HY. Saat itu, korban sedang membeli pakan ikan di Jurnatan. Mobil diparkir tak jauh dari pasar ikan hias itu. Hanya selang setengah jam, saat dia kembali tape mobil dan speedometer senilai Rp 4,5 juta lenyap. Pelaku diduga masuk melalui pintu belakang yang tidak terkunci. Perkiraan ini diperkuat dengan ditemukannya bekas tapak kaki di jok yang diduga milik pelaku, sedangkan di lubang kunci tidak ada bekas congkelan. (G5,G3-63k) |