
| Rabu, 3 September 2003 | Semarang & sekitarnya |
Tak Ada Pengurangan Debit Air Kedungombo
GROBOGAN - Pimpinan Proyek Operasional Pemeliharaan Jaringan Irigasi Kedungombo Dinas PU Pengairan Grobogan H Margono ST MM menyatakan pihaknya tidak mengurangi debit air Kedungombo yang di salurkan melalui irigasi Sidorejo . Menurut dia, untuk kepentingan air bersih justru diberi jatah berlebih. Ini mengingat semua warga membutuhkan untuk kepentingan sehari-hari. Bahkan, saluran Sidorejo di BSR 11, tempat PDAM menyedot air itu untuk diolah di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sambak Danyang, telah dipasok 550 liter per detik. ''Dari jumlah itu 150 liter di antaranya untuk PDAM. Kalau masih merasa kurang, itu bukan kesalahan PSDA dalam membagi, melainkan perusahaan daerah tersebut yang tak dapat mengolah dengan baik,'' katanya. Seperti diberitakan, pelanggan PDAM di Jajar, Jengglong dan sekitarnya kekurangan air bersih. Sebab, jaringan PDAM di tempat itu macet. Dirut PDAM Grobogan Ir Mulyadi SP menjelaskan, kemacetan jaringan tersebut akibat pasokan air dari Kedungombo tak maksimal, sehingga IPA tak dapat mengolah sesuai dengan yang dibutuhkan pelanggan. Margono mengatakan, ketika air Kedungombo dibuka kembali 1 September lalu, debitnya langsung dinaikkan dari 330 liter per detik menjadi 550 liter. Panen Jagung Di daerah persawahan Toroh dan Purwodadi belum terlihat tanda-tanda mempersiapkan penanaman padi. Sebab, sebagian besar sawah di tempat itu masih dipadati tanaman jagung. Bahkan, beberapa hektare di antaranya, terutama di Dimoro, Genengadal dan Pilangpayung Toroh ditanami melon dan semangka. Mereka mempersiapkan pembasahan sawah dan persemaian tanaman padi setelah panen jagung akhir September. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kehutanan dan Perkebunan Grobogan Ir Edhie Sudaryanto membenarkan, petani di Toroh dan Purwodadi masih memusatkan perhatiannya pada tanaman jagung. Mereka dijadwalkan melakukan pembahasan sawah dan persemaian padi setelah panen jagung selesai. (A23-63k) |