
| Rabu, 3 September 2003 | Internasional |
Kelly Ternyata Penganut Baha'iLONDON - Dengan pandangan yang menekankan pentingnya ilmu pengetahuan dan agama bersatu, serta mendukung kuat peran PBB, aliran kepercayaan Baha'i sangat cocok dengan pandangan hidup pakar senjata Inggris yang belum lama ini ''bunuh diri'', David Kelly. Kelly, yang kasus bunuh dirinya pada Juli lalu telah mencampakkan pemerintahan PM Tony Blair ke dalam krisis, beralih menganut Baha'i pada 1999 sewaktu dia bermukim di Amerika Serikat. ''Baha'i benar-benar menjadi pencerahan spiritual baginya,'' kata Janice, istri Kelly, yang memberi kesaksian pekan ini dalam suatu penyidikan mengenai kematian sang suami. ''Dia mungkin menjadi lebih tenang dengan caranya,'' tambahnya. Baha'i digambarkan sebagai agama termuda di dunia. Markasnya di Gunung Carmel di kota Haifa, Israel utara. Aliran kepercayaan Baha'i didirikan pada akhir abad 19 oleh seorang bangsawan Persia. Ajaran utamanya adalah manusia harus bekerja untuk masyarakat global. Lima juta umat Baha'i di seluruh dunia memandang pendiri agama itu, Baha'u'llah, sebagai utusan paling akhir dalam jalur kenabian yang meliputi Ibrahim, Musa, Budha, Yesus Kristus (Isa), dan Muhammad. Menurut Reuters, kepercayaan itu menyerukan orang untuk mengakhiri prasangka, menganjurkan kesetaraan penuh antara pria dan wanita, dan penghapusan jenjang masyarakat miskin dan kaya. Ajaran Baha'i mengutuk bunuh diri, tetapi sama sekali tidak menyebut-nyebut apa hukuman yang bakal dijatuhkan pada orang yang, seperti Kelly, melakukan bunuh diri. Tidak Menyalahkan ''Tindakan bunuh diri sangat ditentang, tetapi kami di Baha'i tidak bersikap menyalahkan orang yang melakukan bunuh diri,'' kata Barney Leith, kepala aliran kepercayaan Baha'i di Inggris, kepada Reuters, sebelum memberi kesaksian dalam penyidikan kasus Kelly, Selasa kemarin. ''Bukan hak kita untuk menghakimi,'' kata Leith, yang mengenal Kelly secara pribadi. ''Kami sangat bersimpati pada orang yang diliputi banyak tekanan. Sebagai penganut Baha'i, sikap kami memberikan simpati besar dan berdoa untuk perjalanan arwahnya.'' Leith mengatakan, ilmuwan yang bekerja di Departemen Pertahanan Inggris itu pernah melakukan doa bersama dengan pengikut Baha'i di rumahnya di Oxfordshire, dan bahkan mengirim email kepada mereka pada hari ketika dia melakukan ''perjalanan sangat penting'' yang berakhir pada kematian. Baha'i tertarik pada pemikiran ilmiah Kelly. ''Agama dan ilmu pengetahuan merupakan dua sayap yang dapat membawa intelijensia manusia ke puncak,'' tulis Abdul Baha, putra Baha'u'llah. Abdul Baha telah ditetapkan sebagai pengganti sang ayah. ''Jika seorang manusia mencoba terbang dengan sayap agama saja, dia akan segera jatuh ke dalam rawa takhyul. Di sisi lain, dengan sayap ilmu pengetahuan saja, orang juga tidak akan membuat kemajuan, malah jatuh ke dalam penderitaan materialisme yang menyakitkan.'' Sebagai mantan inspektur senjata PBB, Kelly juga menghargai dukungan Baha'i untuk PBB. ''Mempercayai bahwa PBB mewakili upaya besar dalam menyatukan umat manusia di planet ini, Baha'i mendukung kegiatannya dengan segala cara,'' demikian bunyi teks pada situs resmi www.bahai.org.(rtr-ben-30) |