
| Rabu, 3 September 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Polresta Tindaklanjuti Hasil Operasi Wanalaga
TEGAL - Operasi Wanalaga Tim Satgaspus Mabes Polri yang berhasil mengamankan ribuan batang kayu yang diduga tak dilengkapi dokumen sah di Pelabuhan Tegal, kini ditindaklanjuti oleh Polresta Tegal untuk pengusutan lebih lanjut. Dalam proses pengusutan tersebut, Polresta hingga kini belum bisa mengetahui pemilik ribuan batang kayu asal Kalimantan yang diangkut dengan enam kapal layar motor ke Pelabuhan Tegal sebagai pelabuhan tujuan. Kayu tersebut sebagian sudah dinaikkan ke atas truk dan siap diberangkatkan ke beberapa kota. Namun sebelum berangkat keburu terjaring operasi oleh Mabes Polri pada Minggu (24/8) lalu. Kayu yang sebagian masih ada di kapal dan yang sudah ada di atas truk langsung diamankan tim dari Mabes Polri. Setelah operasi berlangsung, proses selanjutnya ditangani Polresta. Kayu-kayu yang ada di dalam kapal dan di atas truk yang semua berada di kompleks pelabuhan, sejak Senin (1/9) lalu sudah dipindahkan ke salah satu gudang untuk pengamanan lebih lanjut. Pengangkutan kayu dari pelabuhan ke gudang itu sempat menimbulkan pertanyaan dari sebagian warga masyarakat karena dikira tidak ada proses lebih lanjut. Pengamanan ''Pengusutan terus berlanjut dan kini yang menangani Polresta, khususnya untuk pengusutan kayu temuan di pelabuhan karena wilayahnya ikut Polresta Tegal. Kayu tersebut dipindahkan ke gudang agar lebih aman. Kalau dibiarkan di pelabuhan yang terbuka, pengawasannya sulit," kata Kapolresta Tegal AKBP Drs Darwin Butar Butar, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Samekto kemarin. Pemindahan ke gudang itu dimaksudkan agar pengamanan dan pengawasanya lebih mudah. Gudang tersebut dijaga polisi, Untuk mengetahui asal kayu dan siapa pemiliknya Polresta berusaha mencari nakhoda kapal yang mengangkut kayu tersebut. Nakhoda kapal perlu diperiksa, karena dari dia akan bisa diketahui siapa pemilik kayu. ''Tapi sampai sekarang polisi belum berhasil meminta keterangan dari nakhoda. Sebab mereka tak diketahui keberadaannya. Apakah masih di Tegal atau sudah pulang, belum diketahui. Para nakhoda itu bukan dari Tegal sehingga sulit untuk melacak keberadaannya,'' jelas Budi. Upaya lain yang dilakukan adalah meminta keterangan dari perusahaan ekspedisi kapal. Namun kantor perusahaan ekspedisi tersebut belum buka. ''Keterangan yang didapat masih sangat terbatas, yakni baru dari beberapa anak buah kapal. Polresta akan terus mengusut dengan mencari keterangan dari pihak lain sebagai saksi, seperti Adpel dan Kantor Kehutanan yang ada di Tegal,'' imbuhnya. (so-20i) |