logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 September 2003 Jawa Tengah - Muria  
Line

Harga Garam di Rembang Anjlok

REMBANG- Petani garam di Rembang menolak menjual garam hasil panen kepada pedagang. Mereka memilih menyimpan di gudang terlebih dahulu. Hal itu lantaran harga saat ini turun drastis, yaitu Rp 80 per kg. Bahkan, ada petani yang berani menjual dengan harga Rp 35 per kg.

Kondisi tersebut tidak lepas dari panen besar saat ini, yang membuat garam melimpah di wilayah tersebut.

"Biasanya harga bisa mencapai Rp 100 per kg. Tapi, sekarang hanya dihargai Rp 80 per kg," kata Jasmin (60), warga Desa Banggi, Kecamatan Kaliori.

Barang timbunan baru akan dikeluarkan saat garam di pasaran mulai langka. Biasanya, pada musim hujan tiba, harga sudah mulai merambat naik.

Saat musim penghujan, garam di Rembang dan daerah lainnya di pesisir utara semakin langka. Sebab petani beralih ke tambak bandeng.

"Garam baru akan kami pasarkan jika musim hujan tiba. Sebab saat itu akan mengalami kelangkaan barang sehingga harganya pun tinggi," katanya.

Anjloknya harga garam tersebut diakui Paidi (41), warga Desa Karangsekar, Kecamatan Kaliori, memengaruhi pendapatan keluarganya. Jika harga membaik seperti tahun lalu yang bisa mencapai Rp 150-100 per kg, ia bisa membeli sapi sebagai tabungan keluarga.

Namun, karena tahun ini harga jatuh, ia tidak bisa membeli sapi atau ternak lainnya. Sebab, pendapatannya terbatas untuk menghidupi keluarganya.

"Keuntungan dari penjualan garam ini tidak seberapa. Lebih kecil dari tahun lalu," katanya.

Keuntungan besar justru diperoleh pemilik tambak. Sebab mereka menerima hasil bersih.

Paidi menyatakan, selama seminggu, lahan seluas seperempat hektare, produksinya bisa mencapai 4 ton. Hasilnya dibagi dua dengan pemilik tambak.

Namun, dua ton milik petani masih harus dibagi dengan buruh tambak garam lainnya. Karena itu, maksimal satu orang hanya mendapat 1 ton.

"Meski harga jatuh, keuntungan tetap didapat pemilik tambak. Sebab, mereka mendapat setengah bagian dari buruh," ungkapnya. (H13-49i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA