logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 3 September 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

SMK Negeri I Jurusan Pertanian Belum Dilirik

BREBES- Kabupaten Brebes sebagai daerah pertanian, ternyata belum mampu menyiapkan secara maksimal tenaga terdidik bidang pertanian. Padahal pemerintah daerah telah menyediakan SMK Negeri 1 Bulakamba, yang memiliki jurusan pertanian.

Namun di sekolah itu, peminat jurusan pertanian kecil sekali, perbandingannya 1 banding 10. Artinya, satu orang yang mengambil jurusan pertanian, sedangkan 10 lainnya memilih jurusan mesin dan listrik.

Kepala SMK Negeri 1 Bulakamba Drs Inu Indarto mengakui, minat jurusan pertanian kecil sekali.

Ini disebabkan orang tua siswa cenderung mengarahkan anaknya ke jurusan lain. Ada pandangan keliru terhadap jurusan ini.

Mereka beranggapan, jurusan pertanian nanti akan kembali menjadi petani, yang mencangkul dan sejenisnya, seperti orang tua mereka.

Guna menyiapkan SDM terampil di bidang pertanian, Inu menyiapkan 14 tenaga guru yang berlatar belakang sarjana pertanian. Ditambah laboratorium yang dimiliki, sekolah yang berada di Desa Kluwut itu, siap mencetak tenaga ahli yang akan membantu kemajuan pertanian di Kabupaten Brebes.

Melihat potensi Brebes dengan kekayaan alam, jurusan ini sangat menunjang peningkatan taraf hidup petani.

Sebab, pengalaman dan kemampuan yang diperoleh petani dari kegiatan bertani sehari-hari belum cukup untuk memajukan bidang ini. ''Akan lebih baik kalau ditunjang dengan pendidikan formal di sekolah,'' jelasnya.

SMK Negeri 1 Bulakamba saat ini memiliki 600 siswa yang hampir 70% memilih jurusan mesin dan listrik. Karena minat mengambil jurusan pertanian masih kecil, sekolah tetap mengharapkan kesadaran orang tua untuk mendorong anaknya menekuni bidang ini.

Itu sangat penting, mengingat potensi produk pertanian bawang merah telah menjadikan Brebes diakui sebagai pemasok utama bawang Indonesia.

''Dari tenaga-tenaga terdidik itu, kita bisa mengharapkan pada masa mendatang pertanian kita akan lebih maju,'' ujarnya.

Dia juga menyatakan, sebelum para siswa diterjunkan ke masyarakat, sekolah telah memprogramkan kerja sama dengan instansi terkait, seperti Dinas Pertanian, perusda pertanian, Kantor Pemberdayaan Koperasi, pengusaha kecil-menengah, serta gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Mereka mengikuti praktik industri pertanian dan pengolahan secara langsung hingga menjadi tenaga siap pakai. (wh-20i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA