
| Rabu, 3 September 2003 | Budaya |
Ngakak Total di PurwokertoBERANJAK Beranjak dari pemikiran bahwa semua orang butuh untuk ketawa, dan ketawa itu sehat bagi jasmani maupun rohani, Djarum Super bersama iDea Production Yogyakarta menggagas suatu konsep hiburan untuk mengumpulkan semua provokator ketawa potensial di Jateng dan DIY dalam satu panggung. Kemudian, gagasan itu terwujud dalam kemasan ''Djarum Super Ngakak Total, Vaksin Jenuh Nasional''. Pertunjukan total humor itu, sebelumnya telah sukses berat dipentaskan di kampus Unika Soegijapranata Semarang beberapa waktu lalu. Kamis (4/9) besok, kembali akan dipentaskan di GOR Satria Purwokerto. Para provokator tawa yang akan tampil adalah si raja monolog dari Yogyakarta yang kini telah menjadi aset nasional, Butet Kertaredjasa. Kemudian Joned, Wisben, Gareng (wayang humor), Trio GAM, Agus Kencrot dan Broto (pantomim humor), Sujud Sutrisno (kendang humor), komunitas Didik Nini Thowok (tari humor), Slamet Gundono (ocehan humor), Trio MC Kocak (Anang Batas, Dibyo, dan Eko Bebek) yang bertugas mengawal acara, serta tak ketiinggalan Team-Lo (musik humor) dari Solo. Team-Lo adalah grup band yang terdiri atas enam pemuda kreatif dari Kota bengawan, yang hobinya memarodikan dan memelesetkan syair lagu-lagu populer --baik lagu domestik maupun lagu mancanegara-- menjadi kalimat-kalimat menggelikan. Sedangkan Butet Kertaredjasa, adalah seniman monolog yang piawai mengocok perut penonton dengan kemampuannya menirukan suara tokoh-tokoh nasional serta membuat kalimat-kalimat cerdas yang ironis dan lucu. ''Dengan suguhan itu, kami berharap kawula muda Purwokerto, khususnya para mahasiswanya yang sedang pusing mengerjakan tugas-tugas kuliah atau mahasiswa baru yang masih stres beradaptasi dengan dunia kampus, bisa terhibur,'' ujar Makmur Sutanto, Area Manager PT Djarum Perwakilan Semarang. ''Tiket hanya lima ribu rupiah. Harga tiket itu sengaja kami tekan serendah mungkin, supaya tidak memberatkan penonton,'' tambahnya.(41) |