
| Selasa, 2 September 2003 | Surat Pembaca |
Jantung Koroner
Jantung koroner, penyakit yang diakibatkan penyumbatan pembuluh nadi koroner yang disebut atherosklerosis. Penyempitan dapat menyebabkan pembekuan darah (ateroma atau plak). Banyak terjadi pada pecandu rokok dan karena kolesterol yang berlebihan. Penyebab penyempitan karena penumpukan lemak dan kolesterol di bawah lapisan paling dalam/endotelium dinding pembuluh nadi dan merupakan pengendapan lemak darah pada otot-otot darah serta terjadinya flak pada dinding pembuluh arteri. Penderita jantung koroner biasanya sering merasa nyeri dada, sesak nafas, kesemutan (gringgingan) pada wajah, dagu, leher. Bahkan ada yang merasakan seperti tercekik saat penderita sedang emosi/marah, berlari, jalan cepat atau melewati jalan menanjak. Antara jantung dan paru-paru terikat kerja sama erat dan mempunyai tugas saling menunjang. Jantung bilik kanan mengalirkan darah melalui paru-paru untuk mengikat oksigen dan melepaskan karbondioksida. Paru-paru mensuplai darah ke jantung bilik kiri dan menyalurkan ke seluruh tubuh. Sering terjadi penurunan kemampuan jantung dalam memompa darah, dapat menimbulkan bendungan pada kaki, paru-paru dan liver. Bagi penderita penyakit ini disarankan menghindari makanan berlemak, seperti santan, susu, roti, coklat, apokat, nangka dan sosis. Hindari juga makanan mengandung gas; kol, sawi, tape, alkohol dan perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan. Usahakan minum madu liar yang asli mentah/murni tiap pagi dan malam hari serta biasakan minum susu kedelai, kalau bisa membuat sendiri agar kekentalannya pas untuk pengobatan.
Ibu ML Wati ***
Cari Calon Suami
Saya mencari calon suami yang mandiri dan bertanggung jawab. Saya seorang gadis usia 30 tahun, mncari suami yang setia, sayang, Islam taat. Bisa ngaji walau biasa saja, usia 30-42 tahun, masih bujangan/jejaka. Pekerjaan wiraswasta/foto model/peragawan. Yang serius berkenalan bisa menghubungi Bapak Dawam Asmara Jl Supriyadi Blok B 1 Lt 2 Semarang. Wati
***
Komersialisasi Pendidikan
Masih jelas ingatan betapa beratnya masyarakat menanggung biaya hidup akibat krisis ekonomi di negeri kita ini. Sekarang ditambah lagi beratnya biaya pendidikan yang makin menjerat leher. Peningkatan mutu pendidikan memang penting, karena kualitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan . Apakah kemudian menaikkan biaya pendidikan dan apakah itu jalan satu-satunya ? Tidakkah terbersit keprihatinan terhadap nasib mereka. Pendidikan merupakan kebutuhan yang mendasar bagi setiap manusia. Dari insan pendidikanlah tumpuan harapan memajukan bangsa dapat tercapai. Lantas bagaimana dengan generasi kita, kalau pendidikan tidak dapat mereka peroleh. Tragis. Sudah saatnya bergandengan tangan membangun bangsa ini. Masyarakat yang sudah susah janganlah makin bertambah susah. Kesadaran pentingnya pendidikan hendaknya lahir dari setiap jiwa insan Indonesia. Janganlah pendidikan dijadikan lahan bisnis demi kepentingan sepihak. Jika sebagian masyarakat meyakini dunia pendidikan sebagai lahan bisnis, jangan tanya bagaimana bangsa ini nanti jadinya. Aminah
***
Tandon Air untuk Candi Stoom
Di mana-mana tempat sumber air saat ini macet akibat musim kemarau. Tapi di Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari Semarang Selatan ada sumber air yang terkenal dengan nama Candi Stoom. Airnya melimpah ruah yang selain dipergunakan warga setempat, juga dikomersilkan. Caranya air sumber dimasukkan dalam jerigen-jerigen dan dijual kepada mobil pikap untuk dijual pada umum. Saya ingin mengusulkan, alangkah baiknya bila sumber air di Candi Stoom dibuatkan tandon, sehingga air yang mengalir terutama di waktu malam hari tidak mubazir. Dengan begitu diharapkan air bisa dimanfaatkan lebih efektif. Mohon Pemkot bisa membantu mewujudkannya. Muhardjo
***
TPHD Grobogan Berbau Nepotisme ?
Sulit rasanya melihat konstelasi politik yang cenderung mengabaikan aspek moral. Karena politik dan kepentingan orang/kelompok tertentu maka apa saja bisa dipolitisasi. Sudah bukan rahasia lagi politik targetnya adalah uang dan kekuasaan. Ketika bicara kekuasaan maka erat hubungannya dengan "kebijakan" karena parameter yang dipakai adalah asas manfaat dan kepentingan. Celakanya justru kepentingan sesaat lebih dikedepankan daripada jangka panjang. Contoh A dikabarkan berangkat haji dengan biaya Pemkab melalui TPHD. Tetapi ada segelintir orang yang nampaknya punya kepentingan lain. Urus punya urus ternyata beliau pimpinan parpol. Ujungnya A dicoret dengan alasan antara lain petugas TPHD disyaratkan harus lulusan Timur Tengah dan atau sudah haji. Ini syarat yang diada-adakan tanpa landasan filosofis dan serampangan berdasarkan "kepatutan". Ternyata kepatutan itu parameternya kepentingan yang sangat subjektif. Terbukti dari 4 orang yang diberangkatkan melalui TPHD tiga di antaranya keluarga/orang dekat pimpinan parpol tersebut. Yang perlu diketahui, program TPHD menggunakan uang rakyat. Karena itu mohon perhatian Kakandepag Grobogan, mengapa diam walau saya yakin Anda tidak setuju kepada DPRD Grobogan khususnya komisi E. Apa khawatir 2004 tidak bisa duduk di kursi rakyat ? Kepada Bupati, mengapa Anda biarkan preseden buruk itu terjadi. Apa karena staf Anda sudah ada yang kebagian atau lebih jauh Anda takut kepada pimpinan parpol tersebut yang notabene saingan berat parpol Anda. Entahlah saya tidak tahu. Jawabnya adalah ketulusan nurani untuk meninjau kembali kebijakan tersebut mumpung waktu ibadah haji masih lama. Mohon maaf, tulisan ini tidak ada pretensi apapun kecuali hanya jeritan rakyat kecil yang melihat ketidakwajaran kebijakan.
Mahsun
***
Saya Minta Maaf
Saya minta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi antara saya dengan El-Shaddai karena saya tidak punya bukti atas tulisan saya yang dimuat 24 Agustus 2003 di Surat Pembaca. Saya merasa salah. Saya sudah ke kantor Sharp dan memang terbukti benar jika tidak ada unsur kebohongan atau penipuan halus. Dan barang yang saya beli bukan BS/afkiran seperti yang saya tulis.
Alfiah Suryani |