
| Selasa, 2 September 2003 | Sala |
Pedagang Oprokan ProtesPASAR GEDE- Sejumlah pedagang oprokan buah Pasar Gede Solo memprotes lurah pasar itu. Protes dilancarkan karena menolak penggunaan lantai atas untuk pedagang lainnya. Mereka menganggap tempat itu sebagai lahannya, meskipun saat ini menempati lantai bawah. Lurah Pasar Gede, Saryoko Budi Windroyo SH MM menyatakan, dirinya diprotes sejumlah pedagang oprokan buah, kemarin, karena di lantai atas saat ini digunakan pedagang, sekaligus grosir buah lainnya. "Sebenarnya pedagang itu mulai berdagang pada awal Juli lalu, setelah mengajukan permohonan kepada Dinas Pengelolaan Pasar dan mendapat rekomendasi untuk menempati," ujarnya. Dia mengatakan, para pedagang yang memprotes, kini menempati lantai atas. Sebelumnya, saat pasar diresmikan, setelah dibangun kembali akibat kebakaran 2001 lalu, mereka mendapat tempat di lantai atas. Namun menurut pedagang, selama berada di atas, pasaran sepi karena tidak ada pembeli yang mau naik. "Kemudian mereka beramai-ramai minta dipindahkan ke bawah. Permintaan itu dipenuhi dan bisa menempati lantai bawah hingga sekarang, sedangkan di atas kosong," tambahnya. Meskipun sudah berada di bawah, kata dia, para pedagang itu masih menggunakan lantai atas. Sejumlah barang seperti tenggok atau keranjang bekas tempat buah, mereka simpan di atas. Bahkan, terdapat juga tumpukan bathok kelapa. "Jadi mereka menganggap di atas masih haknya, meskipun sudah pindah ke bawah," katanya. Lantai atas kosong ditinggal pedagang oprokan sudah sekitar dua tahun. Kekosongan itu dimanfaatkan sebagai gudang oleh pedagang untuk menyimpan barang. "Kalau mereka sudah mendapat tempat di bawah, yang di atas bukan lagi haknya. Siapa saja bisa memanfaatkan. Saya kira mereka yang memprotes itu juga tidak mau kalau diminta berdagang di atas," tandasnya. Pihaknya sudah berkali-kali mengingatkan untuk memindahkan barang-barang itu dan mengosongkan lantai atas. Peringatan itu kembali dilakukan saat permohonan grosir buah itu direkomendasi Dinas Pengelola Pasar. "Saya memberi waktu satu minggu untuk memberesi barang-barang. Karena tidak diambil, ya saya singkirkan." (sri-74i) |