
| Selasa, 2 September 2003 | Sala |
TERASSelo Berobsesi Jadi Kawasan HomestayKECAMATAN Selo, Kabupaten Boyolali yang merupakan kawasan wisata Solo-Selo-Borobudur (SSB) semakin hari semakin nyaman dan banyak dikunjungi wisatawan. Meski belum banyak dilengkapi prasarana, tiap hari Minggu atau hari libur lainnya tidak sedikit instansi atau perusahaan swasta yang menyelenggarakan acara di kawasan tersebut. Salah satu di antara daya tarik adalah suhu udara yang sejuk dan dibangunnya 100 homestay. Cukup dengan uang Rp 15.000-Rp 20.000 bisa bermalam di homestay yang dikelola penduduk. Bagaimana prospek homestay ke depan, berikut petikan wawancara Suara Merdeka dengan Camat Selo, Drs Luwarno. Apa yang bisa diharapkan dengan homestay ? Sangat banyak, khususnya untuk menunjang wisata. Homestay memang disediakan untuk pengunjung yang bermaksud melihat keindahan alam atau Gunung Merapi. Melalui homestay akan meningkatkan pendapatan penduduk. Selain itu akan mempengaruhi pola hidup masyarakat. Sejak penduduk beramai-ramai membangun homestay, apa banyak wisatawan yang menginap ? Pada hari libur sebagian besar homestay dipadati. Bahkan Pak Gubernur Mardiyanto sering kali menginap di homestay. Sebagian pengunjung tampaknya lebih memilih suasana yang alami sehingga homestay menjadi pilihannya. Berapa sewa homestay untuk satu malam ? Untuk homestay yang dikelola penduduk paling tinggi hanya Rp 20.000/hari. Sedangkan yang dikelola pemerintah Rp 25.000/hari. Namun harus dimaklumi fasilitas yang disediaka hanya terbatas. Cukup tempat tidur dan kamar mandi. Tidak ada teve, kulkas atau fasilitas lain. Bantuan apa yang telah diberikan pemerintah dalam membesarkan homestay ? Cukup banyak. Di antaranya memberikan closet dan bak kamar mandi. Bahkan Pak Gubernur memberangkatkan perwakilan warga Selo ke Bali untuk belajar wisata dan pengelolaan homestay. Mereka diminta mempejalari untuk selanjutnya diterapkan di sini. Anda optimistis homestay akan menarik perhatian wisata ? Saya percaya dan yakin Kecamatan Selo akan menjadi kawasan homestay. Sejak kawasan SSB diresmikan, Selo punya obsesi menjadi perkampungan homestay. Ternyata benar, banyak penduduk yang mendirikan rumah penginapan. Ini menandakan prospek ke depan sangat baik. (Suti Harjoyo-14) |