logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 2 September 2003 Olahraga  
Line

Mental Pemain Akan Dibenahi

MEDAN-Mental pemain menjadi salah satu prioritas yang akan dibenahi menjelang pertandingan melawan tuan rumah Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim Padang, Kamis lusa. Ketika bertanding di Deli Serdang, mental Bonggo Pribadi dkk terlihat down, sehingga menjadi bulan-bulanan tuan rumah PSDS.

''Mereka profesional, tak semestinya takut menghadapi teror penonton seperti itu. Soal main keras, itu memang khas tim-tim Sumatra,'' kata pelatih daniel Roekito. ''Anak-anak harus bangkit dan mengatasi masalah ini,'' ujarnya.

Dia telah minta agar Bonggo Pribadi dkk melupakan pengalaman buruk di Deli Serdang. Apalagi penonton Padang tidak sekasar Deli Serdang. ''Saya dengar, penonton Padang bagus, tak seperti di Deli Serdang. Ini saatnya bangkit,'' katanya.

Dia tak berani pasang target muluk di Padang. Bisa mencuri angka saja sudah luar biasa. ''Semen Padang tim yang bagus, tak mudah mengalahkan mereka di Agus Salim. Namun, kami akan bekerja keras mencuri poin.''

Selama bersiap menghadapi tuan rumah, para pemain akan dia ajak relaksasi untuk melepaskan tekanan mental. Tanpa itu, berat memenangi pertandingan. ''Anak-anak harus main lepas, itu kuncinya,'' katanya.

Tanpa Teknik

Pada saat main di Deli Serdang, PSIS sama sekali tak mampu menunjukkan kualitas permainannya karena tekanan mental yang berat. Beban harus mencuri poin ditambah teror penonton dan penampilan keras Ansyari Lubis dkk membuat mental Bonggo Pribadi cs jatuh.

''Jika ini terjadi lagi di Padang, berat peluang mencuri angka. Lihat saja saat tampil di Deli Serdang, apa anak-anak bisa main teknik?'' lanjutnya.

Jika tim bermain tanpa teknik jelas dan tak mampu mengembangkan strategi, tak mungkin ada harapan menang. ''Bagaimana akan menang kalau teknik saja nggak ada,'' tegasnya.

Namun, Reokito yakin, anak-anak asuhannya mampu melepaskan diri dari beban mental yang kini mereka rasakan. Apalagi PSIS masih memiliki dua partai kandang.

''Kita memang harus bekerja keras agar bisa mengumpulkan angka setidaknya 49, bagus kalau bisa 50 poin. Anak-anak menyadari itu, sehingga main di Padang tak akan terbebani harus menang,'' jelas pria asal Rembang tersebut. (F3-22e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA