logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 2 September 2003 Olahraga  
Line

Catatan dari Indonesia Terbuka (1)

Kejayaan Bulutangkis di Ambang Kritis

BERUNTUNG masih ada Taufik Hidayat yang mampu mempersembahkan satu gelar dalam turnamen bulutangkis Indonesia Terbuka 2003 di Batam, 26-31 Agustus lalu. Jika pemain berusia 22 tahun itu gagal merebut nomor paling bergengsi, maka tak ada satu gelar pun yang disumbangkan bagi kejayaan bulutangkis Indonesia.

Taufik berhasil menjaga tradisi tuan rumah selalu mendapat gelar, mesk hanya satu. Amat memprihatinkan, bertanding di kandang sendiri, putra-putri Indonesia bertumbangan sejak babak awal. Ini bertolak belakang dengan Cina yang menempatkan semua pemainnya di lima nomor. Bahkan di ganda putri, terjadi All Chinesse Final ketika pasangan Yang Wei/Zhang Jiewen bertemu Gao Ling/Huang Sui.

Kontingen Negeri Tirai Bambu itu akhirnya merebut tiga dari lima gelar. Satu gelar lain yang lepas diraih oleh ganda campuran Korea Kim Dong-moon/Ra Kyung-min. Ya, kejayaan bulutangkis Indonesia memang di ambang kritis. Dari sini terlihat bukan hanya gagal meraih gelar, namun secara keseluruhan kita tidak lagi memiliki pemain dengan kelompok umur yang saling menyambung.

Kesinambungan pemain dengan tingkat kualitas yang sepadan terputus. Untuk tunggal putra, harus disadari kita hanya mengandalkan Taufik. Pemain lain seperti Marleve Mainaky dan Budi Santoso, apalagi Hendrawan, sudah kelewat umur. Sedangkan penerusnya, Sony Dwi Kuncoro, belum memiliki kemampuan yang bisa diandalkan.

Bagaimana Taufiq Akbar Hidayat? Untuk masuk babak utama saja belum mampu, karena sudah tersisih di babak kualifikasi. "Kita memang hanya punya Taufik. Yang di atasnya sudah terlalu tua untuk bersaing, yang muda belum mampu menyamakan kualitas," tutur pelatih tunggal putra Joko Supriyanto.

Bandingkan dengan Cina yang memiliki sederetan pemain andal seperti Chen Hong, Bao Chunlai, dan Xia Xuanze dengan kualitas seimbang. Di belakangnya masih ada Wu Yunyong. Pemain yang disebut terakhir ini memang sudah tidak muda lagi, 23 tahun. Namun dengan penampilan yang mengesankan, bukan tidak mungkin akan menjadi kekuatan baru.

Lihat saja pemain Denmark Paul-Erik Hoyer-Larsen, Rashid Sidek, Joko Supriyanto, atau Hendrawan yang ketika muda belum berprestasi, namun memasuki usia di atas 25 justru menemukan permainan terbaiknya. Wu pun patut diwaspadai.

Ganda Putra

Kondisi serupa juga dialami sektor ganda putra. Pelatih Hery Iman Pierngadi sampai kewalahan membentuk pasangan tangguh seperti era Ricky Subagja/Rexy Mainaky atau Candra Wijaya/Tony Gunawan. Kini materi yang ada hanya Candra Wijaya, Halim Haryanto, Sigit Budiarto, Tri Kusharjanto, Flandy Limpele, dan Eng Hian.

"Pemain yang ada memang hanya itu-itu saja. Upaya terakhir kami pun hanya sekadar menukar pasangan, tanpa memunculkan pemain baru. Hasilnya, ya hanya seperti itu. Mudah-mudahan saja pada saatnya nanti bisa membuahkan prestasi bagus," kata Hery.

Lalu untuk sektor putri? Ini bukan lagi memprihatinkan, tetapi merupakan sektor terparah. Wajar saja ketika OC Singapura Terbuka tidak memberi tempat pada putri kita untuk tampil di Stadion Indoor Kalang. Terbukti di Batam mereka langsung gugur di babak-babak awal.

Untuk Piala Thomas, jika hanya mengandalkan Taufik, jelas empat nomor lainnya bakal keteter dan bisa dimungkinkan kalah. Sedangkan Tim Uber, tidak kalah dalam tiga penampilan babak penyisihan grup saja sudah bagus.

Kemudian meningkat pada Piala Sudirman, jelas makin sulit, karena kekuatan kita lagi-lagi bertumpu pada Taufik. Padahal diakui sendiri oleh pacar artis Deswita Maharani itu, jika menghadapi Peter Gade atau Bao Chunlai, peluangnya untuk menang sangat tipis. Ini kan berarti saat jumpa Denmark atau Cina sudah jelas juara Indonesia Terbuka empat kali ini tidak banyak bisa diharapkan.

Lalu bagaimana dengan target Ketua Umum PB PBSI Chairul Tanjung, yang mencanangkan sapu bersih lima medali emas di Athena 2004? Kita tunggu saja hasil kerja para pelatih dan kerja keras para pemain. Semoga mereka bisa melewati rintangan dengan sukses. (Darjo Soyat-Bersambung 48)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA