
| Selasa, 2 September 2003 | Berita Utama |
Pemilu 2004Kondisi Matori Tidak Pengaruhi KonsolidasiJAKARTA- Kondisi Matori Abdul Djalil yang saat ini tengah dirawat di RSPAD Gatot Soebroto tidak berpengaruh pada proses konsolidasi di Partai Kejayaan Demokrasi (Pekade). Matori adalah ketua umum DPP partai tersebut. "Sampai sejauh ini tidak ada pengaruh dan dampak apa-apa," kata Sekjen Abdul Khalik Ahmad di Jakarta, Minggu (31/8). Dia menjelaskan, sistem di partainya sudah berjalan karena partai itu tidak tergantung pada figur orang tetapi sistem. "Kondisi Pak Matori pun semakin membaik, sehingga diharapkan segera pulih." Dia mengemukakan, pengurus wilayah saat ini baru saja mengadakan pertemuan di Jakarta untuk mendapatkan pengarahan bagi persiapan syarat-syarat administratif yang diperlukan untuk verifikasi di KPU. Selain itu, untuk persiapan verifikasi tahap ketiga di Depkeh HAM mulai 1 September ini, bersama 65 partai lainnya. Partainya kini sudah memenuhi syarat verifikasi di Depkeh HAM dan KPU. "Misalnya soal 2/3 kepengurusan di provinsi dan kabupaten/kota. Di provinsi, kami sudah memiliki 30 wilayah dan untuk kabupaten/kota sudah ada 300 cabang lebih." Kendati demikian, dia menyatakan setuju usulan Depkeh HAM kepada KPU agar pendaftaran verifikasi diundur dari 9 Oktober menjadi 25 Oktober. "Ini untuk memberi kesempatan kepada partai-partai supaya menyiapkan lebih baik bagi verifikasi di KPU, termasuk soal adanya persyaratan administratif." Dia mengungkapkan, bisa memahami usulan Depkeh HAM yang ingin jadwal itu dimundurkan mengingat departemen tersebut juga perlu waktu untuk memproses sejumlah partai itu. Dia menuturkan, pada verifikasi tahap pertama dan kedua, departemen itu hanya memverifikasi masing-masing 9 partai, dan pada putaran ketiga 66 partai. Mengenai struktur kepengurusan partainya, dia menjelaskan, struktur di tingkat DPP ada sedikit penyempurnaan dengan adanya jabatan wakil ketua umum yang kini dipercayakan pada Arfin Hakim (Ketua Umum Garda Bangsa). "Nantinya, Garda Bangsa berubah menjadi Garda Demokrasi." Adapun struktur Dewan Syuro, diubah menjadi Dewan Pembina dengan ketua tetap dipercayakan pada ulama berpengaruh dari Jawa Tengah, yakni KH Dimyati Rois.(nas-13j) |