logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 2 September 2003 Berita Utama  
Line

Izin Baru PTS di Semarang Ditutup

  • Solo dan Purwokerto Menyusul

KARANGANYAR- Banyaknya pendirian perguruan tinggi swasta (PTS) baru serta pembukaan program studi baru, baik PTS maupun perguruan tinggi negeri (PTN) belakangan ini, tampaknya menimbulkan masalah dalam dunia pendidikan, terutama menyangkut masalah kualitas.

Karena itu, Koordinastor Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IV yang membawahi Jateng dan sekitarnya menyatakan, Semarang sebagai daerah tertutup terhadap pembukaan izin baru PTS ataupun program studi baru.

Selain itu Kopertis juga menutup beberapa PTS yang dianggap sudah tidak layak karena sudah tidak punya murid, serta memperingatkan PTS yang memasang iklan menyesatkan dalam memburu mahasiswa baru. Sebab yang diiklankan tidak sesuai dengan kenyataan.

Sedang Dikaji

"Setelah menyatakan Semarang tertutup bagi pembukaan izin PTS baru, kami juga sedang melakukan pengkajian dan analisis untuk daerah Solo dan Purwokerto yang juga dikenal banyak PTS-nya. Jika dinilai memang sudah over load, kami tidak segan-segan menutup bagi pembukaan izin PTS baru," ungkap Kepala Kopertis Wilayah IV, Prof Dr dr Saryadi SpPA di sela-sela wisuda sarjana di Akademi Peternakan Karanganyar (Apeka), akhir pekan lalu.

"Di Jateng sekarang ini sudah terdapat 185 PTS dengan 884 program studi. 185 PTS itu sebagian besar berkonsentrasi di tiga tempat, yaitu Semarang, Solo, dan Purwokerto. Dari 185 PTS itu tidak semuanya layak beroperasi, sehingga perlu ditinjau ulang," tambahnya.

Berkait dengan banyaknya PTS yang surut dan beberapa program studi PTS yang ditutup karena tidak laku, Saryadi membantah jika hal itu dipengaruhi banyak program studi yang dibuka PTN belakangan ini.

Dia mengakui, belakangan ini banyak PTS yang tutup atau program studinya kekurangan murid. Namun hal itu bukan dipengaruhi oleh pembukaan program studi baru PTN sehingga mahasiswa baru lebih memilih PTN, melainkan tergantung pada keberadaan PTS itu sendiri.

"PTS bisa bertahan tergantung pada penampilan dan pelayanan mereka. Memang belakangan ini banyak PTS yang tutup atau menutup program studinya, tapi banyak pula PTS yang menolak mahasiswa baru, meski program studi yang sama juga dibuka PTN," tutur staf pengajar Fakultas Kedokteran Undip itu.

Selain membuka program studi baru, lanjut dia, sekarang ini PTN juga banyak membuka program-progam lainnya untuk menarik mahasiswa sebanyak mungkin. Di antaranya, pembukaan kelas sore atau ekstensi bagi lulusan SMU baru yang tidak lolos UMPTN.

"Mengenai hal ini saya tidak bisa komentar banyak, sebab kewenangan Kopertis tidak sejauh itu." ujarnya.(G8-14i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA