logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 2 September 2003 Berita Utama  
Line

Pendukung Ba'asyir Nglurug ke Jakarta

  • Songsong Pembacaan Vonis

SOLO - Menjelang pembacaan vonis terhadap ustad Abu Bakar Ba'asyir yang rencananya dilakukan Selasa hari ini, 1.000 umat Islam Surakarta berangkat ke Jakarta menggunakan 7 bus dan puluhan kendaraan pribadi. Mereka berangkat dari Pesantren Gumuk, Mangkubumen, Senin pagi kemarin.

''Mereka berangkat atas inisiatif dan biaya sendiri untuk memberikan dukungan moral kepada ustad Abu,'' ujar Humas Tim Pemberangkatan, Ahmad Sukirno, kepada wartawan.

Dia mengatakan, mereka akan datang dan menunggui persidangan. Meski jumlahnya ribuan, mereka berjanji akan bertindak tertib sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Mereka akan berdoa bersama di halaman PN Jakarta Pusat dan mendoakan Majelis Hakim agar mendapat petunjuk Allah sehingga dapat memberikan keputusan seadil-adilnya. Selain itu, mereka juga mendoakan ustad Abu Bakar Ba'asyir agar kepadanya diberikan ketabahan.

Keberangkatan mereka dilakukan secara bergelombang. Rombongan pertama yang menggunakan 6 bus serta puluhan mobil pribadi berangkat pukul 07.10 dari belakang Kantor Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, tak jauh dari Pondok Gumuk. ''Rombongan itu berangkat dengan tertib,'' ungkap seorang aparat yang memantau kegiatan tersebut.

Bus yang mengangkut rombongan itu berpelat nomor Yogyakarta. Bus pengangkut itu terdiri atas 4 buah PO Baker dengan nomor polisi AB-2667-CA, AB-2762-CA, AB-2742-CA, dan AB-2844-CA serta dua bus wisata Edi Transport bernomor polisi AB-2722-KE dan AB-2675-CA. ''Rombongan kedua berangkat pukul 13.30 dari Tipes, 1 bus.''

Fauzan, salah seorang pendukung Ba'asyir yang tergabung dalam kelompok kedua mengatakan, mereka yang berangkat ke ibu kota tersebut gabungan dari berbagai elemen Islam yang ada di Solo dan sekitarnya. ''Di antaranya, Front Pemuda Islam Surakarta (FPIS), ada juga dari NU, Muhammadiyah, dan Forum Silaturahmi Pemuda Cemani (Fosikom),'' paparnya.

Dia menuturkan, massa yang ke Jakarta tidak hanya dari Solo dan sekitarnya, tetapi juga dari berbagai daerah. Mereka bersimpati kepada Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu. ''Rencananya, di Jakarta kami akan berkumpul di Masjid Istiqlal,'' tandasnya.

Saat ditanya apa kira-kira yang akan mereka lakukan saat memberikan dukungan moral, dia menjawab masih belum tahu. Namun, karena ada kemungkinan akan dilarang masuk ke Kompleks PN, mereka mungkin tidak akan melakukan orasi.

''Mungkin kami hanya akan memberikan semangat dengan meneriakkan yel-yel khas kami, Allahu Akbar, misalnya."

Banding

Tentang langkah yang akan diambil apabila Ba'asyir divonis bersalah, Ahmad mengatakan, semua persoalan sudah diserahkan kepada Tim Pembela Muslim (TPM). Mereka sudah diberi wewenang untuk bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku. ''Tentu saja TPM akan mengajukan banding atas putusan yang dijatuhkan.''

Dia juga mengatakan, ustad Abu tidak pantas diajukan ke pengadilan. Soalnya dia sangat baik terhadap sesama. ''Contoh sederhana, beliau kalau ditawari makan, pasti mengambil kesempatan terakhir. Memang, untuk masalah agama, beliau tidak mau kompromi dan sangat tegas.''

Humas Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Irsya Fikri mengatakan, hanya 20 pengasuh pondok dan santri yang berangkat ke Jakarta. Dikatakannya, sebagian besar dari mereka justru berasal dari luar pondok. ''Sebagian besar umat Islam itu justru berasal dari luar pondok. Dari kami hanya 20 orang, termasuk beberapa pengasuh yang besok (hari ini-Red) libur tidak mengajar.''

Sementara itu, kegiatan pendukung Ba'asyir saat melakukan doa bersama di halaman MAN Surakarta, Minggu malam, ternyata masih menyisakan masalah. Kepala MAN Drs H Abdul Salim MAg mengaku, kegiatan yang diadakan di kompleks sekolahnya itu tidak berizin. Pihaknya tidak diberitahu tentang adanya kegiatan tersebut.

Selain itu, selaku takmir masjid yang digunakan untuk acara itu, pihaknya juga tidak diajak bicara untuk merencanakan kegiatan tersebut. ''Karena itu, selaku Kepala MAN, kami tidak bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Bila di kemudian hari muncul dampak yang tidak diinginkan, kami tidak ikut bertanggung jawab,'' jelas dia.

Sebelum berangkat ke Jakarta, pendukung Ba'asyir mengadakan pengajian dan doa bersama, Minggu malam. Acara dihadiri segenap elemen Islam Surakarta, para tokoh terkemuka, dan budayawan Emha Ainun Najib. (G10,san,G19,an-78n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA