
| Selasa, 2 September 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Warga Tagih Normalisasi Saluran Gebangsari
GENUK- Warga Perumahan Genuk Indah Kelurahan Gebangsari Kecamatan Genuk, menagih janji Pemkot, menormalkan saluran di sebelah barat perumahan itu. Saat mengunjungi daerah itu dalam rangka peringatan HUT Ke-58 RI, Sabtu (16/8) lalu, Wakil Wali Kota, Muchatib Adisubrata menjanjikan, dana penormalan akan disetujui DPRD Sabtu (23/8). Warga berharap, setelah diperoleh persetujuan penormalan segera dilanjutkan. Obet Raya, seorang tokoh masyarakat mengatakan, warga sangat menunggu realisasi janji Pemkot tersebut. Namun sampai Senin (1/9) ternyata belum ada tanda-tanda penormalan akan dilanjutkan. Dia menyatakan, warga semakin resah karena musim hujan tinggal 2 bulan lagi. Bahkan dia memperkirakan, awal bulan depan hujan sudah mulai turun. ''Padahal kondisi saluran saat ini tak ubahnya seperti kubangan dan belum menembus hingga Jalan Raya Kaligawe. Selain itu, lahan Lingkungan Industri Kecil (LIK) Bugangan Baru mulai diurug. Lahan itu semula merupakan persawahan yang bisa menjadi tempat penampungan air. Jika sekarang ini diurug, dikhawatirkan air akan lebih banyak yang masuk ke perumahan. Warga mengharapkan realisasi bukan sekadar janji,'' kata dia. Dia mengatakan, jika tidak ada tindak lanjut dari Pemkot, warga akan beramai-ramai mempertanyakan hal itu ke Balai Kota. Secara terpisah Wali Kota H Sukawi Sutarip SH menyatakan, penormalan saluran Gebangsari menunggu investor masuk. Menurutnya, saat ini sedang dikaji apakah tembok milik Tensindo yang berdiri di atas saluran perlu dibongkar atau tidak. Ketika ditanya soal keresahan warga mendekati musim hujan, dia menyatakan, pengerukan akan segera dilanjutkan. Paling tidak sementara, untuk membuat saluran itu bisa tembus ke saluran di sisi selatan Jalan Raya Kaligawe. ''Warga tidak perlu resah, tunggu saja saatnya,'' katanya. Penormalan saluran Gebangsari merupakan satu rangkaian dengan proyek pembangunan Jembatan Kaligawe. Proyek itu akan dikerjakan dengan dana utangan dari pihak ketiga. Penawaran untuk pengerjaan proyek itu, sudah dilakukan Pemerintah Kota melalui iklan di surat kabar pada 26 Agustus 3003 lalu. Penawaran itu terutama ditujukan kepada mitra swasta. Penormalan saluran Gebangsari yang termasuk dalam proyek pembangunan Jembatan Kaligawe dianggarkan Rp 7.118.337.000. Adapun untuk pembangunan Jembatan Kaligawe sendiri senilai Rp 2.881.663.000. Dengan demikian, total kedua proyek itu mencapai Rp 10 miliar. (G6,G7-84i) |