logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 2 September 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Pembantu Tewas Minum Racun

SEMARANG- Siti Fatimah (20), pembantu rumah tangga keluarga Setiadi (45), warga Perumahan Semarang Indah Blok A VII No 5, nekat bunuh diri dengan meminum cairan racun serangga, Minggu (31/8) sekitar pukul 17.00. Mayat gadis asal Desa Setriyan, Kepil, Wonosobo itu ditemukan majikannya dalam keadaan mulutnya mengeluarkan busa.

Tubuh korban tergeletak di atas lantai kamarnya di lantai dua dan di sampingnya teronggok sebotol cairan racun serangga yang sudah hampir habis.

Kenekatan korban diduga akibat patah hati lantaran cintanya diputus sang kekasih. Dugaan itu diperkuat dengan ditemukannya beberapa lembar surat, termasuk dari seorang pria bernama Tarman yang diduga kuat pacar korban.

Dalam surat tersebut, Tarman menyebutkan dia terpaksa meninggalkan Siti karena akan merantau ke Sumatera. Dugaan tersebut masih diselidiki untuk dicari kepastiannya.

''Yang jelas, kematian korban karena bunuh diri,'' ungkap Kapolsek Semarang Barat AKP Arif Budi.

Korban mengakhiri hidupnya saat majikannya pergi ke rumah orang tuanya di Jepara. Mereka pergi Sabtu (30/8). Ketika pulang Minggu sore, Setiadi, istri, dan anak-anaknya tidak bisa langsung masuk, karena pintu depan terkunci. Sedangkan lampu masih menyala.

Dia berkali-kali mengetuk pintu dan membunyikan bel, namun tidak ada jawaban. Setiadi juga mencoba menghubungi telepon rumah dengan menggunakan ponselnya, tetapi tidak ada yang mengangkat.

Curiga telah terjadi sesuatu, dia lantas membuka pintu dengan kunci duplikat. Betapa kagetnya, saat dilihatnya pembantu itu telah tewas di dalam kamar. Mayat Siti langsung dibawa ke kamar mayat RSUP Dr Kariadi untuk divisum. Kemarin, keluarganya juga datang untuk mengambil jenazah korban.

Ketika Suara Merdeka menemui pemilik rumah, seorang laki-laki mengatakan, korban baru bekerja sekitar satu bulan di rumah milik pemborong itu. Sebelumnya, dia juga tidak melihat perilaku yang aneh pada diri korban.

''Saya tidak tahu apa penyebabnya. Kalau ada masalah pribadi, saya tidak tahu. Sudah lama saya punya pembantu, tapi baru kali ini yang berani bunuh diri,'' katanya, singkat.

Secara terpisah, Sualim (39) warga Gembong, Kendal tewas tertabrak kereta api, Minggu (31/8) sekitar pukul 15.30 di perlintasan kereta api Mangkang. Laki-laki tuna rungu itu, tewas mengenaskan dengan luka berat di kepala.

Menurut sejumlah saksi, korban saat itu sedang berkunjung ke rumah saudaranya di Kelurahan Wonosari, Mangkang. Ketika korban hendak pulang, korban melintasi rel kereta api yang berada di sana. Korban tertabrak kereta api, karena diduga tidak mendegar suara kereta yang sedang melaju kencang.(G5,G3-73)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA