logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 2 September 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Pengunjung PRPP Korban Penodongan

SEMARANG- Kemeriahan acara Jateng Expo di arena PRPP Tawangmas yang berlangsung selama 37 hari dan ditutup Minggu (31/8), ternyata dimanfaatkan sejumlah pelaku kejahatan untuk beraksi. Mereka memeras dan menodong pengunjung yang hendak pulang setelah menonton berbagai acara dan pertunjukan di tempat tersebut.

Menurut keterangan, ada belasan korban yang mengalami penodongan, namun hanya sebagian kecil yang mau melapor ke polisi. Yang lain memilih diam dengan berbagai alasan, terutama karena mereka tidak mau repot atau karena kerugian yang diderita tidak terlalu besar.

Kejadian paling akhir menimpa Istiawan (20), warga Jl Pledokan, Sumowono, Ambarawa pada malam penutupan Jateng Expo, Minggu (31/8) sekitar pukul 22.30. Dompetnya berisi uang Rp 96.000 disikat dua penodong.

Satu di antara mereka ditangkap aparat Polsek Semarang Barat tak lama setelah kejadian. Tersangka bernama Rochim (20), warga Bongsari, Semarang Barat yang mengaku sehari-hari mengamen di sekitar perempatan lampu merah Kaligarang. Temannya yang membawa parang dan barang milik korban hingga kini belum tertangkap.

Menurut laporan korban, malam itu dia hendak pulang setelah berjalan-jalan di arena PRPP. Dia bersama temannya, Arifin (19), menunggu angkutan umum di perempatan Jl Madukoro.

Tiba-tiba mereka didekati dua pria tak dikenal. Salah satunya yang bersenjata parang langsung menggertak dan menyuruh Istiawan menyerahkan dompetnya, namun permintaan itu ditolak korban.

Penolakan itu membuat kedua pelaku marah. Sambil menggertak agar korban tak berbuat macam-macam, pelaku yang menggenggam sebilah parang menodongkan senjatanya ke tubuh Istiawan. Kesempatan itu digunakan pelaku satunya, Rochim, untuk mengambil paksa dompet milik korban. Kemudian mereka kabur ke arah Perumahan Semarang Indah.

Secara kebetulan, tak lama kemudian seorang polisi lewat. Korban menghentikannya untuk minta pertolongan. Kabar kejadian tersebut diteruskan ke Kapolsek Semarang Barat AKP Arif Budi, yang kemudian mengerahkan beberapa anggota untuk mengejar pelaku.

Rochim tertangkap di dekat sebuah pos satpam di Perumahan Semarang Indah tanpa melawan. Namun, temannya sudah terlebih dulu kabur sebelum polisi datang.

Meski ada beberapa kejadian dengan modus nyaris serupa, Rochim membantah dia terlibat penodongan-penodongan itu.

''Saya baru sekali ini, Pak. Sungguh,'' ujarnya ketika ditanya penyidik.

Sebelum itu, peristiwa yang sama antara lain menimpa M Solichin (27), warga Jl Opak, Pengantingan, Banyuwangi, Jatim yang bekerja di sebuah perusahaan di kawasan Semarang Barat.

Dia ditodong dan dianiaya oleh 10 orang tak dikenal, karena tidak mau menyerahkan barang-barang miliknya.

Hingga saat ini belum satu pun pelaku yang tertangkap, sedangkan korban dirawat di RS Bhakti Wira Tamtama. Dada kirinya luka akibat ditusuk dengan gobang, dan wajahnya memar-memar akibat dipukuli pelaku.

Penodongan terhadap Solichin terjadi di sekitar perempatan Jl Madukoro setelah dia pulang menonton pertunjukan di PRPP. Dia kehilangan dompet berisi uang Rp 10.000 beserta surat-surat penting, jam tangan, dan telepon genggam Nokia 3315. (G3-84k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA