
| Selasa, 2 September 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Departemen Pendidikan Mulai Garap PesantrenBANDUNGAN - Untuk memberikan bekal ketrampilan bagi santri di pesantren dan siswa madrasah aliyah swasta, sebanyak 15 pondok pesantren dan madrasah aliyah (MA) swasta di Jateng ditunjuk sebagai pelaksana proyek percontohan program sekolah menengah kecil. Proyek tersebut merupakan program Departemen Pendidikan, dan disiapkan dana Rp 125 juta untuk tahun pertama pada setiap lokasi. Menurut Kakanwil Depag Jateng Drs HM Chabib Thoha, rencananya program ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan selama tiga tahun. ''Sehingga dana yang dikucurkan sebanyak Rp 375 juta.'' Meski demikian, kata dia, pengucuran dana kedua dan seterusnya akan disesuaikan dengan perkembangan selama satu tahun. ''Agar lebih proposional, Kakanwil akan mempelajari terlebih dahulu proposal yang diajukan. Kami akan memprioritaskan mereka yang menyerahkan proposal paling awal dan yang lebih jelas,'' tutur Kakanwil di hadapan para kepala madrasah aliyah swasta se-Jateng di Bandungan, Ambarawa, baru-baru ini. Dia menambahkan, Departemen Pendidikan mulai menggarap pesantren dan madrasah merupakan rangkaian menyambut pemberlakuan Undang-undang No 2 tahun 2003 tentang Sisdiknas. Sementara itu, workshop kepala MA tersebut dilaksanakan Development Madrasah Aliyah Projek (DMAP) Jateng, 24 Agustus hingga 11 Oktober. ''Kegiatan ini terbagi dalam 8 angkatan, termasuk pelatihan BP3,'' jelas Pimpro Ahmad Faridi SHi. (H3-63) |