
| Selasa, 2 September 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Pedagang Pasar Sukorejo Resah
SUKOREJO - Menyusul rencana renovasi pasar yang akan dilakukan Pemkab Kendal, sejumlah pedagang pasar tradisional Sukorejo resah. Mereka merasa keberatan karena harga kios maupun los yang akan dibangun dinilai masih relatif mahal. Karena masih pro-kontra, renovasi pasar yang direncanakan dimulai Januari lalu itu hingga kemarin belum terlaksana. Harga tanah untuk kios dan los ditawarkan bervariasi antara Rp 1 juta-Rp 1.650 ribu/m2. Para pedagang yang menempati kios semipermanen tersebut sebagian besar berjualan sayur-mayur, buah-buahan, dan gerabah. Mereka mengaku sudah menempati lokasi pasar hingga puluhan tahun lalu. Padahal, menurut keterangan, untuk merealisasikan pembangunan pasar tersebut, Pemprov Jateng telah mengucurkan dana Instruksi Gubernur (Ingub) Rp 1,25 miliar. Angka itu masih mendapat tambahan dana pendampingan dari Pemkab Kendal Rp 137,5 juta. ''Tujuan renovasi adalah untuk perbaikan pasar secara umum, baik peningkatan fisik maupun perbaikan ekonomi pedagang. Kalau kenyataannya seperti ini, tujuan itu semata-mata perbaikan fisik saja. Para pedagang keberatan untuk membeli kios maupun los yang ditawarkan, harganya masih terlalu mahal,'' kata seorang pedagang yang tidak ingin disebutkan identitasnya. Namun, lanjut dia, para pedagang tampaknya tidak mempunyai posisi tawar. Apabila tidak memiliki kesanggupan membeli, maka kios atau los yang dibangun akan ditawarkan kepada pedagang lain yang sebelumnya tidak menempati lokasi bagian dalam pasar Sukorejo yang berani membayar. Turun-menurun ''Kios ini saya peroleh secara turun-temurun dari nenek. Kios warisan ini sejak 1974 diberikan oleh ayah saya. Waktu itu keadaan pasar masih sepi, siapa saja boleh berdagang di sini,'' kata pedagang yang lain. Warga Kecamatan Kota Kendal itu berharap agar penetapan harga jual kios dimusyawarahkan terlebih dahulu, sehingga pedagang lama mampu membeli kios/los yang baru. Kios maupun los di pasar Sukorejo yang akan diperuntukkan para pedagang memiliki luas 3 X 4 m2 dan 3 X 3 m2. Sedikitnya, terdapat 63 pedagang yang menempati lokasi pasar yang akan direnovasi. Beberapa pedagang lain menjelaskan, sehubungan dengan harga kios yang dinilai masih mahal, pihaknya sudah beberapa kali datang ke DPRD Kendal. ''Saya minta kebijakan Dinas Pasar Kendal dan Komisi B DPRD agar menurunkan harga jual kios/los. Akhirnya diperoleh penentuan harga jual tanah kios yang baru yang menghadap ke jalan. Semula dipatok Rp 1.650.000/m2, sekarang turun menjadi Rp 1,4 juta/m2. Di luar itu, ditetapkan harga Rp 1.375.000 juta/m2. Namun, kami menilai harga tersebut masih mahal.'' Menurut penjelasan Dewan, lanjut dia, penentuan harga jual tanah kios yang baru tersebut sudah paling rendah. ''Dalam pertemuan, Dewan menjelaskan, hasil penjualan seluruh kios/los yang diperoleh belum menutup biaya pembangunan, karena masih merugi sekitar Rp 500 juta.'' (G15-84n) |