logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 2 September 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Air Waduk Kedungombo Mulai Digelontorkan

  • 15 Meter Kubik Per Detik untuk Sawah

GROBOGAN - Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jateng kemarin mulai menggelontorkan air Waduk Kedungombo ke beberapa jaringan irigasi di Grobogan dan sekitarnya melalui Bendung Sidorejo (Geyer), Bendung Sedadi (Penawangan), Bendung Klambu Kanan dan Klambu Kiri di Pengantin Klambu.

Air dari waduk tersebut digelontorkan 15 meter kubik per detik dan dibagi rata untuk membasahi sawah-sawah melalui bendung-bendung penangkapan di bagian hilir.

Bendung yang mengairi sawah dalam jumlah besar mendapatkan alokasi besar. Sebaliknya, yang kecil mendapat bagian sesuai dengan kemampuan daya tampungnya. Untuk beberapa bendung di Grobogan dialokasikan mendapatkan 11-13 meter kubik per detik. Selebihnya 1,5 - 2 meter kubik dialirkan untuk bahan baku air bersih PDAM Grobogan dan PDAM Kota Semarang.

"Khusus untuk pertanian tanaman pangan, debit akan ditambah bila petani sudah menyebar benih dan menanam padi untuk musim tanam Oktober-Maret," kata Pimpro Operasional Pemeliharaan (OP) Jaringan Irigasi Kedungombo Dinas PU Pengairan Grobogan H Margono ST MM, kemarin.

Penggelontoran air itu dimungkinkan sampai ke Toroh, Purwodadi, Penawangan, Klambu dan sekitarnya seminggu lagi. Sebab, perjalanan air dari Kedungombo ke beberapa jaringan irigasi memerlukan waktu relatif lama. Lebih-lebih jaringan tersebut sebelumnya dalam keadaan kering.

Dia menambahkan, perbaikan jaringan irigasi Kedungombo memang diharuskan selesai 31 Agustus. Sebab, 1 September air waduk raksasa itu mulai digelontorkan ke semua jaringan irigasi teknis di bagian hilir. Pada mumnya perbaikan berhasil diselesaikan 4-5 hari sebelum penggelontoran.

Masih Sering Macet

Beberapa pelanggan PDAM di Purwodadi Grobogan menyatakan, air ledeng masih sering macet dan distribusinya tidak merata. Bahkan, pelanggan di Jajar, Jengglong dan sekitarnya mengaku terpaksa membeli air dari penjual air musiman.

Dirut PDAM Grobogan Ir Mulyadi SP mengatakan, dari Bendung Sidorejo air Kedungombo hanya digelontorkan ke jaringan irigasi itu 550 liter per detik. Itu pun separo di antaranya digunakan untuk pembasahan sawah-sawah petani di Toroh dan Purwodadi. Karena itu, PDAM tidak dapat menyedot untuk kepentingan air bersih secara maksimal. (A23-63k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA