logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 2 September 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Kerja Sama Pemkot-PT SMART

Realisasi Pengembangan TBRS Dipertanyakan

BALAI KOTA - Realisasi pengembangan Taman Budaya Raden Saleh menjadi salah satu objek wisata yang diminati masyarakat, dipertanyakan. Sebab sampai saat ini belum ada pembangunan apa-apa di lokasi tersebut, pasca-penandantanganan kerja sama antara Pemerintah Kota dengan PT SMART--investor pengembangan TBRS.

Fraksi Gabungan PPP, PKP, PBB dan PBI DPRD Kota meminta Wali Kota menindaklanjuti kerja sama tersebut. Dengan harapan, setelah TBRS berkembang, sebagian masyarakat akan terserap ke objek wisata tersebut. Dampak positifnya, akan mengurangi kemacetan di kawasan Simpanglima pada hari-hari tertentu.

Anggota Fraksi Gabungan, L Andhik Suryono meminta, mestinya setelah ada perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kota dengan PT SMART, dilanjutkan dengan kemudahan dalam pengurusan segala sesuatunya, misalnya dalam hal perizinaan dan sebagainya.

Hal senada dikatakan oleh Ketua Fraksi Gabungan, Drs H Fathur Rahman. Dia juga menilai sejumlah instansi yang ada di Pemerintah Kota kurang serius dalam menindaklanjuti kerja sama tersebut. ''Misalnya Pemerintah Kota memberikan kemudahan dalam hal pengurusan surat yang dilakukan investor.''

Dia mengaku dalam perjalanan pengembangan TBRS pernah ada gugatan dari pengelola lama yang sudah diputus hubungan kerja samanya oleh Pemerintah Kota, yakni PT Graha Utama Candi Indah (GUCI). Namun setahu dia, permasalahan itu sudah selesai.

Sejak awal, banyak pihak yang berharap dengan kerja sama antara Pemerintah Kota dan PT SMART, saat Lebaran 2003 ini, sudah ada tempat hiburan baru bagi masyarakat di Semarang dan sekitarnya. ''Namun tampaknya hal itu belum bisa terwujud kalau sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai realisasi kerja sama tersebut,'' tandas dia.

Wakil Ketua Komisi B, Ir HR Heru Widyatmoko MM berharap, dengan pengembangan TBRS, objek wisata di Semarang akan semakin bertambah.

Pengembangan tersebut, menurut dia, bisa memecah keramaian yang selama ini lebih terpusat di Simpanglima. Dengan begitu, kemacetan di kawasan pusat kota itu pun akan terkurangi. (G7-45)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA