
| Selasa, 2 September 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Enam Perampok Sekap Dua Satpam PT GFMMIJEN -Perampok yang berjumlah sekitar enam orang bersenjata tajam menyatroni perusahaan mebel PT Global Furnika Mandiri, Jl Untung Suropati No 15, milik Agus Tejo Purnomo (40), warga Jakarta, Senin (1/9) sekitar pukul 04.00. Tidak ada kerugian material dalam peristiwa itu. Dalam aksinya, perampok menyekap dua orang satpam di dalam ruang pengepakkan perusahaan tersebut. Mereka adalah Khamdin (38), warga Banbankerep Mijen dan Budiharjo (45) warga Perum PJKA Tanjung Emas. Terkait dengan peristiwa itu, tiga orang satpam dimintai keterangan oleh petugas Polsekta Semarang Mijen. Mereka adalah Khamdin, Budiharjo dan Yoyok (45) warga Kliwonan, Ngalian. Sedangkan pemilik perusahaan, Agus Tejo Purnomo masih berada di Jakarta. Menurut sejumlah saksi, sekitar pukul 02.00 kedua saksi Khamdin dan Budiharjo melakukan patroli di lingkungan kerjanya. Sekitar satu jam kemudian, mereka istirahat di pos pengamanan yang berada di balik pintu besi perusahaan. Pintu saat itu dalam kondisi tertutup, dirantai dan digembok. Di sela-sela istirahat, mereka tak kuat menahan rasa kantuk. Mereka pun tertidur pulas di dalam pos pengamanan. Ketika terbangun sekitar pukul 04.00, mulut dan mata mereka sudah dalam kondisi dilakban. Tangan mereka diikat dengan seutas tali. Posisi mereka tidak lagi di dalam pos pengamanan, namun sudah pindah ke bagian pengepakkan pabrik. Dilihatnya, sekitar enam pelaku membawa celurit dan senjata tajam lain. Akibat ditekan dengan celurit oleh salah seorang pelaku, leher Khamdin berdarah. ''Khamdin dan Budiharjo disekap di dalam ruang pengepakan. Di sana mereka berusaha melepaskan seutas tali yang mengikat tangan mereka,'' kata Gugik (27) seorang satpam, warga Banyumanik. Beberapa menit kemudian, Khamdan berhasil keluar dari pabrik dengan cara menjebol dinding dari batako. Dia kemudian lari ke arah warga Banbankerep meminta pertolongan. ''Tak lama kemudian, dua orang warga sekitar mendatangi perusahaan untuk menolong Budiharjo. Karena jumlah perampok lebih banyak dan membawa senjata tajam, kedua warga itu melarikan diri,'' tambah Sutiyo (28) warga Podorejo, Banyumanik. Tak lama kemudian, puluhan warga Banbankrep berdatangan. Mengetahui hal itu, para perampok gantian ngeper, melarikan diri ke arah Manyaran. Mereka menaiki sebuah mobil pikap yang diparkir di bawah pohon yang berjarak sekitar 50 m dari perusahaan. Ketika diperiksa, tidak ada uang atau barang-barang milik perusahaan yang hilang. Hanya saja, surat-surat di laci dan lemari diobrak-abrik para pelaku. Diduga, pelaku kecele, karena di dalam kantor perusahaan tidak ada uang yang bisa dirampok.(G5-73) |