logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 2 September 2003 Karangan Khas  
Line

Bagaimana Mempromosikan Kesehatan?

Oleh: Saifuddin Ali Anwar

PADA umumnya promosi dikaitkan dengan penjualan dan periklanan, dan dipandang sebagai kiat pendekatan propaganda yang didominasi dengan penggunaan jalur media massa. Semua itu untuk kepentingan keberhasilan penjualan produk. Sekarang bagaimana promosi itu dalam konteks kesehatan?

Menurut WHO, promosi kesehatan adalah proses membuat orang mampu meningkatkan kontrol dan memperbaiki kesehatan mereka. Dengan demikian, ia dapat diartikan sebagai memperbaiki kesehatan, memajukan, mendorong, dan menempatkan kesehatan lebih tinggi pada kebutuhan perorangan ataupun masyarakat pada umumnya.

Karena itu, aspek promosi kesehatan yang mendasar bahwa promosi bertujuan untuk melakukan pemberdayaan sehingga orang mempunyai kepekaan yang lebih besar terhadap aspek-aspek kehidupan mereka yang memengaruhi kesehatan.

Beberapa definisi memusatkan pada kegiatan-kegiatan, tetapi yang lain memusatkan pada tujuan. Definisi WHO yang telah kita gunakan membatasi promosi kesehatan sebagai suatu proses, tetapi mengandung arti suatu tujuan (membuat seseorang mampu meningkatkan kontrol/kepedulian dan memperbaiki kesehatan mereka) dengan basis filosofi yang jelas mengenai pemberdayaan diri sendiri.

Konferensi Internasional Promosi Kesehatan menyebutnya sebagai pemberdayaan untuk dapat memelihara dan meningkatkan status kesehatan. Konferensi tersebut menghasilkan Ottawa Charter, yang merumuskan lima strategi pokok promosi kesehatan.

Yakni, mengembangkan kebijakan masyarakat yang berwawasan sehat, menciptakan lingkungan yang mendukung, memperkuat gerakan masyarakat, mengembangkan kemampuan perorangan, dan menata kembali arah pelayanan kesehatan. Konferensi pertama tersebut diikuti konferensi kedua di Adeleide, Australia, pada 1998 yang membahas lebih lanjut tentang pengembangan kebijakan yang berwawasan kesehatan.

Pada 1991 diselenggarakan konferensi ketiga di Swedia tentang lingkungan yang mendukung kesehatan. Selanjutnya pada Juli 1997 diselenggarakan Konferensi Internasional Promosi Kesehatan IV di Jakarta. Konferensi ini menghasilkan Deklarasi Jakarta.

Pada 1998 diselenggarakan International Converence on Health Promotion di Cardiiff, Wales, UK yang bertema "Working Together for Better Health: New Partner and New Approach for New Era". Konferensi tersebut membahas beberapa topik. Yakni cara/pemikiran baru promosi kesehatan, kemitraan dengan masyarakat, serta cara dan teknologi baru promosi kesehatan. Kemudian masalah kemitraan antarbangsa dan menatap ke depan. Bagaimana dengan kondisi status kesehatan berkaitan dengan indeks kualitas manusia atau human development index (HDI) masyarakat Indonesia?

Ada tiga unsur utama mengukur keberhasilan pengembangan HDI, yaitu umur harapan hidup, pengetahuan yang diukur oleh tingkat melek huruf orang dewasa, serta rata-rata tahun bersekolah dan pendataan per kapita setelah disesuaikan dengan daya beli berdasarkan laporan United Nations Development Index Report (UNDP) 2002.

Berdasarkan data tersebut, Indonesia perlu bekerja keras dalam menuju Indonesia sehat 2010. Salah satu kiat ampuh adalah pemberdayaan masyarakat lewat kegiatan promosi kesehatan.

Pada tanggal 1 - 5 September 2003 di Yogyakarta berlangsung Konferensi Nasional Promosi Kesehatan III dengan tema "Bersama Menuju Indonesia Sehat, Produktif, dan Sejahtera." Acara tersebut dihadiri berbagai praktisi dan pemerhati dari berbagai disiplin ilmu lembaga internasional, lembaga swadaya masyarakat, organisasi masyarakat, dan kelompok berbagai profesi yang akan membahas pentingnya promosi kesehatan.

Kegiatan tersebut menurut penulis kiranya dapat menjadi momentum untuk lebih mengedepankan arti penting berbagai kegiatan yang berbentuk promosi kesehatan yang dilaksanakan dari berbagai tatanan masyarakat, pihak instansi, baik pemerintah maupun swasta, dalam berbagai gerakan aksi kebersihan dalam rangka 17-an, kegiatan olahraga dan pembinaan kesehatan seperti yang tengah dilaksanakan di Jawa Tengah.

Yaitu Porseni IV Mahasiswa Politeknik Se-Indonesia yang berlangsung 21 - 25 Agustus 2003, kemudian di sisi lain di tengah kesibukan menekuni, meneliti profesi kedokteran/medis teknisnya, para mahasiswa dan sivitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang terjun ke lapangan meningkatkan kepeduliannya mempromosikan olahraga kesehatan, memasyarakatkan olahraga, dan mengolahragakan masyarakat.

Kegiatan itu dikemas dengan acara Turnamen Sepakbola Nasional Menteri Kesehatan Cup I yang diikuti tim kesebelasan mahasiswa Fakultas Kedokteran seluruh Indonesia. Turnamen akan dilaksanakan di Stadion Citarum Semarang yang akan dibuka Menteri Kesehatan dan akan berlangsung 2 - 18 September 2003.

Menurut informasi penyelenggara, turnamen sepakbola tersebut dipersembahkan untuk umum dengan tiket gratis. Ada kegiatan lain yang perlu dikembangkan dalam promosi kesehatan.

Pertama, advokasi kepada pengambil keputusan di pelbagai jenjang baik negeri maupun swasta, pemuka agama, tokoh masyarakat dengan menggalang kemitraan di berbagai tatanan dan sasaran agar dapat mendorong dengan memberikan penyuluhan guna meningkatkan pengetahuannya, kesadarannya, kemauan, dan kemampuannya.

Dengan demikian, terwujud pemberdayaan sesuai potensi yang dimiliki individu, keluarga, dan masyarakat sehingga mereka mampu hidup sehat agar dapat memperoleh derajat kesehatan optimal. Ke dua, meningkatkan dan meluaskan jangkauan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Ketiga, menggalang pemberdayaan masyarakat dalam pengadaan air bersih dan jamban keluarga. Keempat, peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak dengan peningkatan pemberdayaan sesuai dengan potensi yang ada. Kelima, menggalang kemitraan dalam penanggulangan penyakit-penyakit endemi.

Berikutnya menyangkut peningkatan pangan dan gizi masyarakat dan peningkatan imunisasi pada ibu hamil, bayi, anak, dan calon pengantin wanita.

Kawasan dengan berbagai jenis kegiatan promosi kesehatan seperti di atas kiranya akan mampu memberikan kontribusi yang cepat dalam pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010.(33c)

-Drg H Saifuddin Ali Anwar SKM, Koordinator Widyaiswara Bapelkes Salaman Magelang dan Pimpinan Pondok Sisemut Ungaran

Peringkat Indonesia Dibandingkan Beberapa Negara ASEAN 2002

Negara Harapan Hidup Melek Huruf % Angka Partisipasi PDB Per Kapita Ranking
Thailand 68,9 95,0 61 5.546 0
Malaysia 72,2 86,4 65 8.137 59
Filipina 68,6 94,8 61 3.555 77
Indonesia 65,6 85,7 65 2.651 110
Cina 70,1 82,8 72 3.105 96
Vietnam 67,6 92,9 63 1.689 109

Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA